Minggu, 26 Juli 2026

Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Pemerintah: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Arie - Jumat, 05 Juni 2026 09:00 WIB
Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Pemerintah: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
suara.com
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

digtara.com -Pemerintah menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.

Baca Juga:

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan masyarakat tidak perlu terlalu khawatir karena sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan kondisi yang relatif terjaga.

"Kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insyaAllah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, pemerintah bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan terus melakukan koordinasi intensif untuk memantau perkembangan pasar keuangan serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas ekonomi.

"Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan OJK terus berkoordinasi secara intens untuk memonitor dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan," katanya.

Rupiah Menjadi Perhatian Pasar

Baca Juga:
Pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS menjadi sorotan pelaku pasar karena angka tersebut dianggap sebagai batas psikologis penting dalam perdagangan valuta asing.

Sejumlah analis menilai tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor domestik, tetapi juga dipengaruhi berbagai sentimen global. Di antaranya penguatan dolar AS, kenaikan harga energi dunia, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman.

Meski demikian, pemerintah menilai ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang cukup baik untuk menghadapi gejolak eksternal tersebut.

Indikator Ekonomi Dinilai Masih Solid

Pemerintah menyoroti beberapa indikator makroekonomi yang masih mendukung stabilitas nasional, seperti:

  • Inflasi yang relatif terkendali.
  • Konsumsi rumah tangga yang tetap tumbuh.
  • Aktivitas ekonomi yang masih bergerak positif.
  • Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang terus diperkuat.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis tekanan terhadap nilai tukar rupiah dapat dikelola sembari menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 24 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Sentuh Rp17.980

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 24 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Sentuh Rp17.980

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Bergerak di Kisaran Rp17.920–Rp17.970 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Bergerak di Kisaran Rp17.920–Rp17.970 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 22 Juli 2026: Diproyeksi Bergerak Fluktuatif

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 22 Juli 2026: Diproyeksi Bergerak Fluktuatif

Prediksi Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 21 Juli 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp18.000

Prediksi Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 21 Juli 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 20 Juli 2026 Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.850–Rp17.950 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 20 Juli 2026 Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.850–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif pada Perdagangan 16 Juli 2026, Berpotensi Melemah ke Rp18.110 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif pada Perdagangan 16 Juli 2026, Berpotensi Melemah ke Rp18.110 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru