Minggu, 18 Oktober 2026

Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik

Arie - Jumat, 29 Mei 2026 10:00 WIB
Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik
net
Ilustrasi.
Fakhrul menegaskan stabilisasi rupiah tidak bisa hanya dibebankan kepada Bank Indonesia semata. Pemerintah dan otoritas moneter perlu menjaga koordinasi kebijakan agar kepercayaan pasar tetap terjaga.

Baca Juga:

"Kalau BI sudah mengetatkan kebijakan, tetapi fiscal stance dan komunikasi kebijakan belum sinkron, maka tekanan terhadap rupiah tetap besar," katanya.

Investor Pantau Arah Kebijakan Pemerintah dan BI

Pelaku pasar kini menaruh perhatian besar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dan langkah moneter Bank Indonesia di tengah tingginya tekanan global.

Koordinasi kebijakan yang konsisten dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengurangi volatilitas pasar keuangan domestik.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Menanti Arah Suku Bunga The Fed

Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Menanti Arah Suku Bunga The Fed

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs Dolar AS Selasa 13 Oktober 2026

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs Dolar AS Selasa 13 Oktober 2026

Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950

Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi

Komentar
Berita Terbaru