Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik
Arie - Jumat, 29 Mei 2026 10:00 WIB
net
Ilustrasi.
Fakhrul menegaskan stabilisasi rupiah tidak bisa hanya dibebankan kepada Bank Indonesia semata. Pemerintah dan otoritas moneter perlu menjaga koordinasi kebijakan agar kepercayaan pasar tetap terjaga.
"Kalau BI sudah mengetatkan kebijakan, tetapi fiscal stance dan komunikasi kebijakan belum sinkron, maka tekanan terhadap rupiah tetap besar," katanya.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Baca Juga:
Investor Pantau Arah Kebijakan Pemerintah dan BI
Pelaku pasar kini menaruh perhatian besar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dan langkah moneter Bank Indonesia di tengah tingginya tekanan global.
Koordinasi kebijakan yang konsisten dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengurangi volatilitas pasar keuangan domestik.
Baca Juga:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Waspadai Defisit Transaksi Berjalan
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Level Terburuk dalam 6 Tahun
Rupiah Diprediksi Bergerak Volatil di Kisaran Rp17.600–Rp17.700 per Dolar AS
Rupiah Diprediksi Fluktuatif dan Cenderung Melemah, Bergerak di Kisaran Rp17.600–Rp17.750 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 20 Mei 2026 Diprediksi Melemah, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI
Komentar