Kamis, 25 Juni 2026

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed

Arie - Rabu, 06 Mei 2026 08:40 WIB
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dan cenderung ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.420 hingga Rp17.460 per dolar AS.

Baca Juga:

Berdasarkan data RTI Infokom, nilai tukar rupiah tercatat terkoreksi sebesar 0,14% ke level Rp17.409 pada penutupan Selasa (5/5/2026). Sepanjang perdagangan, rupiah sempat bergerak di rentang Rp17.385 hingga Rp17.437 per dolar AS.

Pergerakan Mata Uang Asia

Tidak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Yuan China melemah sebesar 0,05%, dolar Hong Kong turun 0,04%, dan yen Jepang terkoreksi 0,04%.

Baca Juga:
Selain itu, won Korea melemah 0,10%, dolar Singapura turun 0,07%, serta baht Thailand mengalami pelemahan paling dalam sebesar 0,34%.

Faktor Global Tekan Rupiah

Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS masih dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketegangan tersebut meningkat setelah kedua negara kembali melakukan serangan terkait upaya penguasaan Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.

Kondisi ini mendorong ketidakpastian di pasar global dan memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dampak Kebijakan The Fed

Baca Juga:
Situasi geopolitik yang memanas turut memengaruhi kebijakan moneter Amerika Serikat. Bank sentral AS atau The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menekan inflasi.

Kebijakan tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sehingga meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar. Akibatnya, aliran modal cenderung keluar dari negara berkembang.

Kenaikan yield obligasi juga menekan harga komoditas seperti logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Kondisi Ekonomi Domestik

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61% secara tahunan pada kuartal pertama 2026.

Pertumbuhan ini masih ditopang oleh konsumsi masyarakat yang kuat, terutama didorong oleh meningkatnya mobilitas selama libur nasional dan hari besar keagamaan.

Baca Juga:
Meski demikian, tekanan eksternal masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Prospek Rupiah

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik, rupiah diperkirakan akan tetap berada dalam tekanan. Pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan konflik geopolitik serta arah kebijakan The Fed.

Jika ketegangan global berlanjut dan dolar AS semakin menguat, rupiah berpotensi bergerak di kisaran bawah dalam beberapa waktu ke depan.

Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh dinamika global yang kompleks, mulai dari konflik geopolitik hingga kebijakan moneter Amerika Serikat. Kewaspadaan terhadap volatilitas pasar menjadi hal penting bagi pelaku ekonomi.

Disclaimer: Informasi ini bersifat analisis dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk melakukan transaksi keuangan tertentu. Keputusan tetap berada di tangan masing-masing pembaca.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru