Sabtu, 20 Juni 2026

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.337 per Dolar AS, Sentimen Global Mulai Mereda

Arie - Senin, 04 Mei 2026 10:36 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.337 per Dolar AS, Sentimen Global Mulai Mereda

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (4/5/2026). Mengacu data Bloomberg, rupiah di pasar spot berada di level Rp17.337 per dolar AS, naik sekitar 0,05 persen dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Baca Juga:

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia tercatat di level Rp17.378 per dolar AS.

Pergerakan Mata Uang Asia Bervariasi

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang cenderung mixed. Ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan sekitar 0,3 persen.

Baca Juga:
Selain itu:

  • Yuan China naik 0,16 persen
  • Peso Filipina menguat 0,1 persen
  • Dolar Hong Kong naik tipis 0,009 persen
Di sisi lain, tekanan terlihat pada beberapa mata uang:

  • Baht Thailand melemah 0,39 persen (terdalam di Asia)
  • Won Korea Selatan turun 0,11 persen
  • Dolar Singapura terkoreksi 0,02 persen
  • Yen Jepang melemah tipis 0,019 persen
Sentimen Global Jadi Penopang Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan penguatan rupiah dipengaruhi meredanya kekhawatiran pasar global.

Pernyataan Donald Trump terkait rencana "membebaskan" jalur kapal di Selat Hormuz dinilai mampu meredakan risiko gangguan pasokan energi global. Dampaknya, harga minyak cenderung tertekan dan memberi ruang penguatan bagi mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Selain itu, dolar AS juga melemah akibat data manufaktur yang lebih rendah dari ekspektasi serta adanya intervensi pada yen Jepang.

Baca Juga:
Penguatan Diprediksi Terbatas

Meski dibuka menguat, pergerakan rupiah diperkirakan masih fluktuatif sepanjang hari. Investor saat ini menunggu rilis sejumlah data ekonomi domestik, seperti neraca perdagangan dan inflasi.

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.250 hingga Rp17.400 per dolar AS, dengan potensi kembali melemah pada sesi perdagangan berikutnya.

Dengan kondisi global yang masih dinamis, arah rupiah dalam jangka pendek tetap sangat bergantung pada sentimen eksternal serta respons kebijakan ekonomi dalam negeri.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik

Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik

Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru