Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.337 per Dolar AS, Sentimen Global Mulai Mereda
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (4/5/2026). Mengacu data Bloomberg, rupiah di pasar spot berada di level Rp17.337 per dolar AS, naik sekitar 0,05 persen dibandingkan posisi akhir pekan lalu.
Baca Juga:
Pergerakan Mata Uang Asia Bervariasi
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang cenderung mixed. Ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan sekitar 0,3 persen.
Baca Juga:Selain itu:
- Yuan China naik 0,16 persen
- Peso Filipina menguat 0,1 persen
- Dolar Hong Kong naik tipis 0,009 persen
- Baht Thailand melemah 0,39 persen (terdalam di Asia)
- Won Korea Selatan turun 0,11 persen
- Dolar Singapura terkoreksi 0,02 persen
- Yen Jepang melemah tipis 0,019 persen
Pernyataan Donald Trump terkait rencana "membebaskan" jalur kapal di Selat Hormuz dinilai mampu meredakan risiko gangguan pasokan energi global. Dampaknya, harga minyak cenderung tertekan dan memberi ruang penguatan bagi mata uang emerging markets, termasuk rupiah.
Selain itu, dolar AS juga melemah akibat data manufaktur yang lebih rendah dari ekspektasi serta adanya intervensi pada yen Jepang.
Baca Juga:Penguatan Diprediksi Terbatas
Meski dibuka menguat, pergerakan rupiah diperkirakan masih fluktuatif sepanjang hari. Investor saat ini menunggu rilis sejumlah data ekonomi domestik, seperti neraca perdagangan dan inflasi.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.250 hingga Rp17.400 per dolar AS, dengan potensi kembali melemah pada sesi perdagangan berikutnya.
Rupiah Hari Ini 13 Mei 2026 Masih Tertekan, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.500
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.430 per Dolar AS, Konflik AS-Iran dan Suku Bunga The Fed Jadi Tekanan
Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak