Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Masyarakat Dihimbau Jangan Panik
digtara.com -Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami erupsi pada Jumat (7/8/2026).
Baca Juga:
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok periode 7 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WITA, terjadi erupsi pada pukul 14.20 WITA dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.923 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya.
Dalam periode pengamatan tersebut tercatat sebanyak 206 kali letusan dengan tinggi 200 hingga 500 meter.
Aktivitas erupsi juga disertai lontaran material pijar dan gemuruh lemah.
Baca Juga:Saat ini tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih berada pada Level II atau Waspada.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan jajaran Polres Lembata terus melakukan pemantauan situasi sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang, waspada dan mengikuti rekomendasi dari pihak berwenang.
"Polri terus melakukan pemantauan situasi di lapangan. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti setiap informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Ile Lewotolok," ujar Kombes Henry pada Minggu (9/8/2026).
Kombes Henry menjelaskan, meskipun terjadi erupsi, aktivitas masyarakat di wilayah sekitar tetap berjalan, arus lalu lintas terpantau lancar, dan aktivitas penerbangan menuju Bandara Wunopito di Pulau Lembata juga masih berjalan normal.
"Untuk situasi saat ini, aktivitas masyarakat masih berjalan dengan normal. Lalu lintas pada jalur penghubung Kecamatan Ile Ape menuju Lewoleba juga terpantau lancar. Demikian pula aktivitas penerbangan menuju Bandara Wunopito masih berjalan normal," jelasnya.
Warga juga diminta menggunakan masker sebagai perlindungan dari kemungkinan paparan abu vulkanik.
Polda NTT mengimbau masyarakat, pengunjung, pendaki maupun wisatawan agar tidak memasuki dan melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut gunung api.
Selain menggunakan masker pelindung hidung dan mulut, masyarakat di sekitar kawasan gunung api diimbau melindungi mata dan kulit serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik.
Baca Juga:
Salah Paham, Pemuda di Bakunase II-Kupang Bertikai dan Didamaikan
Kembalikan Handphone dan Minta Imbalan, Pria di Kota Kupang Diamankan Jatanras Polresta Kupang Kota
Perjalanan Wisata Dibatalkan Sepihak, Sejumlah WNA Laporkan Agen Perjalanan ke Polisi
Periksa 45 Saksi Terkait Kasus Dokter Icha, Polda NTT Segera Gelar Perkara
Penyidik Polda NTT Minta Keterangan Saksi Ahli Dokter Tri Maharani