Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp17.260 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Sentimen Global
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026). Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.220 hingga Rp17.260 per dolar AS.
Baca Juga:
Sentimen Global Tekan Rupiah
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyebutkan bahwa meskipun sempat menguat, rupiah masih berada dalam tekanan kuat dari faktor global dan domestik.
Baca Juga:Rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS sebelum akhirnya rebound di akhir perdagangan pekan lalu.
Dari sisi global, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu utama. Konflik yang berlarut-larut berdampak pada lonjakan harga minyak dunia.
Situasi ini diperparah setelah Iran menarik diri dari rencana perundingan dengan AS yang dimediasi Pakistan.
Harga Minyak Bebani Fiskal Indonesia
Lonjakan harga minyak dunia yang kini telah menembus level di atas US$100 per barel menjadi tekanan tambahan bagi Indonesia sebagai negara net importir energi.
Baca Juga:Padahal, dalam asumsi makro APBN 2026, harga minyak ditetapkan di kisaran US$70 per barel dengan batas toleransi hingga US$92.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan memperlebar defisit anggaran.
Fiskal Domestik Masih Terkendali
Salah satu penopang utama adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini mencapai sekitar Rp423 triliun dan belum digunakan untuk menutup beban subsidi.
Langkah ini dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah gejolak global.
Baca Juga:
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong