Senin, 10 Agustus 2026

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Arie - Selasa, 23 Juni 2026 10:38 WIB
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.840 hingga Rp17.890 per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:

Berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup melemah 39 poin atau 0,22 persen ke level Rp17.843 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/6/2026). Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) menguat 0,14 persen ke posisi 100,98.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi berbagai sentimen global, terutama perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Menurut Ibrahim, pasar sempat tertekan setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran terkait kemungkinan aksi militer tambahan apabila Teheran tidak mengambil langkah untuk mengendalikan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Namun demikian, kekhawatiran pasar sedikit mereda setelah Amerika Serikat dan Iran menyelesaikan putaran pertama pembicaraan di Swiss. Dalam pertemuan tersebut, Iran disebut memperoleh pengecualian untuk ekspor minyak dan produk petrokimia, sehingga mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.

Selain itu, kedua negara juga menyepakati nota kesepahaman untuk memperpanjang gencatan senjata yang telah berlangsung sejak April selama 60 hari ke depan.

Baca Juga:
Dari sisi ekonomi global, pelaku pasar kini menantikan sejumlah data penting Amerika Serikat, termasuk pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Core PCE). Investor juga mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS di bawah kepemimpinan barunya.

Sementara itu, dari dalam negeri, pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh perkembangan inflasi nasional. Bank Indonesia (BI) memperkirakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo, berpotensi memberikan tambahan tekanan terhadap inflasi.

Selain faktor harga energi, risiko lain yang perlu diwaspadai adalah imported inflation atau inflasi yang berasal dari kenaikan harga komoditas dan energi global yang berdampak pada harga-harga domestik.

Ibrahim juga menyoroti potensi dampak cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung mulai akhir Juni hingga Oktober atau November 2026. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu produksi pangan dan mendorong kenaikan harga pada kelompok volatile food.

Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan dan berpotensi kembali ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 7 Agustus 2026, Diprediksi Bergerak di Rp17.850-Rp17.950 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 7 Agustus 2026, Diprediksi Bergerak di Rp17.850-Rp17.950 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 Agustus 2026, Diprediksi Menguat ke Rp17.850 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 Agustus 2026, Diprediksi Menguat ke Rp17.850 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026: Diprediksi Melemah

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026: Diprediksi Melemah

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 4 Agustus 2026: Diprediksi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 4 Agustus 2026: Diprediksi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya

Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya

Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya

Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya

Komentar
Berita Terbaru