Senin, 08 Juni 2026

Rupiah Hari Ini 24 April 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp17.340, Tertekan Konflik Global dan Harga Minyak

Arie - Jumat, 24 April 2026 08:00 WIB
Rupiah Hari Ini 24 April 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp17.340, Tertekan Konflik Global dan Harga Minyak
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat, 24 April 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di kisaran Rp17.280 hingga Rp17.340 per dolar AS.

Baca Juga:

Berdasarkan data pasar, rupiah ditutup melemah 0,61 persen atau 105 poin ke level Rp17.286 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026). Sementara itu, indeks dolar AS justru tercatat turun tipis sebesar 0,06 persen ke posisi 98,65.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut pelemahan rupiah saat ini lebih dalam dari proyeksi sebelumnya. Bahkan, dalam perdagangan intraday, rupiah sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS.

Ia memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

Baca Juga:
"Kemungkinan besar di akhir April 2026 atau pekan depan bisa tembus Rp17.400 per dolar AS. Padahal level tersebut awalnya diproyeksikan terjadi di akhir tahun," ujarnya.

Dari sisi global, tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik, terutama terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Upaya perundingan damai yang rencananya dimediasi Pakistan dilaporkan gagal setelah Iran tidak menghadiri pertemuan tersebut.

Ketegangan meningkat setelah Iran menuding AS melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menangkap kapal tanker miliknya di kawasan Selat Hormuz.

Selain itu, permintaan Presiden AS Donald Trump terkait penghentian pengayaan uranium oleh Iran dinilai memberatkan dan memperkeruh hubungan kedua negara.

"Iran siap menghadapi perang jangka panjang dan sudah tidak percaya lagi terhadap Amerika," kata Ibrahim.

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri, khususnya kondisi fiskal yang semakin terbebani akibat lonjakan harga energi global. Harga minyak mentah dunia saat ini berada di atas asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Baca Juga:
Harga minyak Brent tercatat mencapai sekitar US$103 per barel, sementara minyak WTI berada di kisaran US$98 per barel. Angka ini jauh di atas asumsi dasar pemerintah dalam APBN 2026 yang berada di level US$70 per barel, dengan batas atas toleransi sebesar US$92 per barel.

Sebagai negara net importir minyak, kenaikan harga energi tersebut berpotensi memperlebar defisit anggaran karena pemerintah harus meningkatkan subsidi dan belanja energi.

Dalam APBN 2026, nilai tukar rupiah ditargetkan berada di level Rp16.500 per dolar AS. Namun dengan tekanan global yang masih tinggi, target tersebut dinilai semakin sulit tercapai dalam waktu dekat.

Kombinasi sentimen global dan domestik ini membuat pergerakan rupiah diperkirakan tetap berada dalam tekanan dalam beberapa waktu ke depan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksikan Kembali Melemah, Berpotensi Bergerak ke Rp18.120 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksikan Kembali Melemah, Berpotensi Bergerak ke Rp18.120 per Dolar AS

Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Pemerintah: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Pemerintah: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Rupiah Diperkirakan Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.960–Rp18.030 per Dolar AS

Rupiah Diperkirakan Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.960–Rp18.030 per Dolar AS

GAWAT! Rupiah Dibuka Melemah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Geopolitik Global

GAWAT! Rupiah Dibuka Melemah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Geopolitik Global

Rupiah Diprediksi Masih Fluktuatif, Berpotensi Melemah pada Perdagangan Rabu

Rupiah Diprediksi Masih Fluktuatif, Berpotensi Melemah pada Perdagangan Rabu

Rupiah Diperkirakan Berfluktuasi di Tengah Ketidakpastian Global

Rupiah Diperkirakan Berfluktuasi di Tengah Ketidakpastian Global

Komentar
Berita Terbaru