Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.180 per Dolar AS Hari Ini 22 April 2026, Ini Penyebabnya
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 22 April 2026. Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.140 hingga Rp17.180 per dolar AS di tengah tekanan sentimen global yang masih kuat.
Baca Juga:
Sentimen Global Tekan Rupiah
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh ketidakpastian global, terutama terkait konflik di Timur Tengah.
Baca Juga:Ketidakjelasan arah pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang membuat pasar cenderung berhati-hati. Situasi semakin memanas setelah muncul sinyal yang saling bertentangan terkait kelanjutan negosiasi kedua negara.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa delegasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan. Namun, di sisi lain, pejabat Iran menyatakan bahwa dialog sulit dilakukan selama blokade angkatan laut AS masih berlangsung.
Meski demikian, laporan terbaru menyebutkan bahwa Teheran telah memberi sinyal kepada mediator regional mengenai rencana pengiriman delegasi ke Islamabad. Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang negosiasi masih terbuka, meskipun penuh ketidakpastian.
Pasar keuangan global juga dibayangi kekhawatiran berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran yang dijadwalkan pada Rabu ini. Presiden Trump bahkan memberi sinyal bahwa perpanjangan kesepakatan tersebut kemungkinan tidak akan terjadi.
Ketegangan semakin meningkat setelah insiden penembakan dan penangkapan kapal berbendera Iran oleh militer AS pada akhir pekan lalu. Peristiwa ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:Fokus Pasar pada Kebijakan The Fed
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati perkembangan dari Amerika Serikat, khususnya terkait sidang konfirmasi tokoh ekonomi Warsh yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Independensi kebijakan moneter dari tekanan politik menjadi perhatian utama, mengingat adanya dorongan dari Presiden Trump untuk menurunkan suku bunga. Namun, Warsh dikenal memiliki pandangan yang cenderung lebih ketat, termasuk kritik terhadap kebijakan pembelian aset oleh bank sentral.
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Pasar Soroti Inflasi dan Suku Bunga The Fed
Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp17.680 per Dolar AS, Ini Sentimennya
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 4 September 2026: Diprediksi Menguat ke Rp17.630
Pasar Kripto Hari Ini Mulai Bergairah, Bitcoin dan Altcoin Kompak Menguat
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Kamis 3 September 2026: Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS