Rupiah Berisiko Melemah ke Rp17.200, Sentimen Global Tekan Pasar
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.160–Rp17.200 pada perdagangan Selasa (21/4/2026).
Baca Juga:
Geopolitik Timur Tengah Jadi Pemicu Utama
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.
Baca Juga:Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.
Situasi diperparah dengan:
- Penangkapan kapal Iran oleh militer AS
- Ancaman serangan lanjutan dari Presiden Donald Trump
- Penutupan kembali Selat Hormuz
Harga Minyak Melonjak, Inflasi Mengintai
Dampak langsung dari konflik tersebut adalah lonjakan harga minyak hingga 7% pada awal pekan.
Baca Juga:Kenaikan ini memicu kekhawatiran:
- Lonjakan inflasi global
- Tekanan pada biaya energi
- Penurunan daya beli
Dari sisi domestik, International Monetary Fund (IMF) mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam mengelola anggaran negara.
IMF menilai:
Baca Juga:
- Risiko resesi global meningkat
- Ruang fiskal semakin sempit
- Kebijakan subsidi berpotensi membebani anggaran
Proyeksi Rupiah Hari Ini
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan:
- Bergerak fluktuatif
- Cenderung melemah
- Berada di rentang Rp17.160 – Rp17.200 per dolar AS
- Konflik geopolitik Timur Tengah
- Lonjakan harga energi
- Kekhawatiran kebijakan fiskal
Baca Juga:
Rupiah Hari Ini 13 Mei 2026 Masih Tertekan, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.500
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.430 per Dolar AS, Konflik AS-Iran dan Suku Bunga The Fed Jadi Tekanan
Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak