Rupiah Diproyeksikan Kembali Melemah, Berpotensi Bergerak ke Rp18.120 per Dolar AS
digtara.com -Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat (5/6/2026) setelah mencatatkan rekor pelemahan baru sehari sebelumnya.
Baca Juga:
- Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 24 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Sentuh Rp17.980
- Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Bergerak di Kisaran Rp17.920–Rp17.970 per Dolar AS
- Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 22 Juli 2026: Diproyeksi Bergerak Fluktuatif
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.050 sampai Rp18.120 per dolar AS," ujarnya.
Ketegangan Timur Tengah Masih Membayangi Pasar
Menurut Ibrahim, sentimen utama yang memengaruhi pasar saat ini masih berasal dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah.Meskipun Amerika Serikat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, pasar tetap berhati-hati karena implementasi kesepakatan tersebut bergantung pada penghentian aktivitas militer oleh Hizbullah.
Baca Juga:Selain itu, operasi militer Israel di Lebanon selatan yang masih berlangsung turut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan pasokan energi global.
Data Tenaga Kerja AS Jadi Fokus Investor
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menantikan data ekonomi penting dari Amerika Serikat, khususnya laporan ketenagakerjaan non-pertanian (Non-Farm Payrolls/NFP).Sebelumnya, data dari perusahaan penggajian swasta ADP menunjukkan sektor swasta AS menambah sekitar 122.000 lapangan kerja pada Mei 2026, lebih baik dari perkiraan pasar. Kondisi ini dapat memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama, yang biasanya mendukung penguatan dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang.
Sentimen Domestik Masih Menantang
Dari dalam negeri, sejumlah faktor juga menjadi perhatian investor, antara lain:
- Kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memperlebar tekanan fiskal pemerintah.
- Kekhawatiran terhadap potensi defisit anggaran yang mendekati batas 3%.
- Ketidakpastian terkait status pasar modal Indonesia dalam evaluasi indeks MSCI.
- Risiko arus keluar modal asing dari pasar saham dan obligasi.
Faktor yang Bisa Menopang Rupiah
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, sebelumnya menyebut terdapat sejumlah faktor yang dapat membantu penguatan rupiah, di antaranya:
- Intervensi aktif Bank Indonesia.
- Kebijakan moneter yang lebih ketat.
- Terjaganya independensi Bank Indonesia.
- Disiplin pengelolaan APBN.
- Masuknya kembali dana asing ke pasar saham dan obligasi Indonesia.
Secara umum, pasar hari ini akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, arah kebijakan moneter AS, serta respons otoritas Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tingginya volatilitas global.
Baca Juga:
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 24 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Sentuh Rp17.980
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Bergerak di Kisaran Rp17.920–Rp17.970 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 22 Juli 2026: Diproyeksi Bergerak Fluktuatif
Prediksi Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 21 Juli 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp18.000
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 20 Juli 2026 Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.850–Rp17.950 per Dolar AS