Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 9 Januari 2026, Berpeluang Uji Level 9.000
digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguat dan menguji area 9.030–9.077 pada perdagangan Jumat (9/1/2026), seiring masih kuatnya sentimen pasar meski tekanan koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
Baca Juga:
Secara teknikal, IHSG diperkirakan berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka pada rentang 9.030–9.077.
"Namun, investor perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan yang diperkirakan menguji area 8.843–8.904," tulis Tim MNC Sekuritas dalam riset harian, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga:Level Support dan Resistance IHSG
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memproyeksikan:
Adapun saham yang masuk dalam daftar rekomendasi analis MNC Sekuritas antara lain:
- CDIA
- MINA
- ULTJ
- TLKM
Sebelumnya, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai IHSG hanya tinggal menunggu waktu untuk menembus dan bertahan di atas level psikologis 9.000.
Baca Juga:Pada perdagangan intraday Kamis (8/1/2026), IHSG sempat menyentuh level tersebut sebelum akhirnya ditutup terkoreksi 0,22% ke 8.925,48.
"Semua membutuhkan waktu. Tidak ada saham yang terus naik tanpa jeda, karena pasti akan ada titik jenuh. Oleh sebab itu, koreksi diperlukan sebelum penguatan berlanjut," ujar Nico.
Sektor Potensial Penggerak IHSG Januari 2026
Sektor yang diperkirakan masih berpeluang menguat:
Baca Juga:
- Transportasi & logistik
- Industri
- Basic materials
- Properti & real estate
- Energi
- Teknologi
- Keuangan (finance)
- Kesehatan (healthcare)
- Kinerja Sektor Berdasarkan Data BEI
- Sektor energi menguat 0,49% dan naik 8,51% secara year to date (YtD)
- Basic materials terkoreksi 3,22%, namun masih naik 6,61% YtD
- Industri melemah 0,19%, tetap naik 8,37% YtD
- Transportasi & logistik menguat 1,75% atau 7,63% YtD
- Properti & real estate naik 1,50% atau 3,82% YtD
Di kawasan regional, perhatian tertuju pada rilis GDP China kuartal IV/2025 dan data penjualan ritel. Sementara dari dalam negeri, investor menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 21 Januari 2026.
Di sisi lain, eskalasi konflik geopolitik Amerika Serikat–Venezuela dinilai berpotensi menambah tekanan global dan menahan laju penguatan pasar saham.
Baca Juga:"Apa yang dilakukan Amerika bisa menjadi pemicu bagi negara lain. Potensi konflik lanjutan, termasuk risiko di kawasan Asia Timur, perlu dicermati pelaku pasar," pungkas Nico.
IHSG Hari Ini 16 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham ADMR, PTRO, TAPG
IHSG Diproyeksi Melemah 12 Maret 2026, Analis Rekomendasikan Saham BMRI, UNVR hingga BSDE
IHSG Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat ke 7.440, Ini Rekomendasi Saham LSIP, BBCA hingga ASII
IHSG Hari Ini 10 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham ADRO, BBRI, BKSL, dan ENRG
Rekomendasi Saham Hari Ini 6 Maret 2026: IHSG Berpotensi Koreksi, Cermati ARCI, INCO, hingga NICL