Jumat, 16 Oktober 2026

Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.621 per Dolar AS, Pasar Tunggu Sinyal dari The Fed dan Pertemuan Trump–Xi

Arie - Selasa, 28 Oktober 2025 10:13 WIB
Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.621 per Dolar AS, Pasar Tunggu Sinyal dari The Fed dan Pertemuan Trump–Xi
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif cenderung melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga:

Rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp16.620–Rp16.650 per dolar AS, seiring menantinya arah kebijakan moneter global dan perkembangan hubungan dagang AS–China.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (27/10/2025), rupiah ditutup melemah 19 poin atau 0,11% ke level Rp16.621 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS menguat tipis 0,01% menjadi 98,95.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Won Korea Selatan naik 0,29%, diikuti yuan China yang menguat 0,15%. Sebaliknya, yen Jepang dan rupee India masing-masing turun 0,10% dan 0,51% terhadap dolar AS.

Baca Juga:
Pasar Global Fokus pada Kesepakatan Dagang dan Kebijakan Suku Bunga

Pengamat ekonomi dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, arah rupiah masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama perkembangan negosiasi perdagangan antara AS dan China.

"Kerangka kesepakatan dagang yang tengah dibahas dapat mencegah kenaikan tarif AS hingga 100% terhadap barang-barang asal China. Presiden Donald Trump optimistis bisa mencapai kesepakatan dengan Beijing dan berencana mengadakan pertemuan di China maupun AS," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Senin (27/10/2025).

Selain itu, laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan turut memperkuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin.

Investor kini menanti panduan lanjutan terkait kemungkinan pelonggaran moneter tambahan hingga akhir tahun.

Baca Juga:
Faktor Domestik: Pertumbuhan Ekonomi dan Sentimen Konsumen

Dari dalam negeri, Ibrahim memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2025 mencapai 4,9% secara tahunan (year-on-year/YoY), melambat dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 5,12%.

"Pelemahan terutama berasal dari sisi domestik, yang tercermin dari penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada September 2025," jelasnya.

Meski demikian, ia menilai prospek ekonomi akan membaik pada kuartal IV/2025, didorong oleh faktor musiman, belanja pemerintah yang meningkat, serta penyaluran Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai bagian dari stimulus ekonomi.

Baca Juga:
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran 5%. Sementara itu, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga menaikkan proyeksi pertumbuhan Indonesia menjadi 4,9%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya di 4,7%.

Ibrahim menambahkan, revisi naik tersebut didorong oleh kebijakan moneter pro-pertumbuhan dari Bank Indonesia (BI) serta meningkatnya arus investasi di sektor produktif.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Menanti Arah Suku Bunga The Fed

Rupiah Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Menanti Arah Suku Bunga The Fed

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs Dolar AS Selasa 13 Oktober 2026

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs Dolar AS Selasa 13 Oktober 2026

Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950

Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950

IHSG Hari Ini 9 Oktober 2026 Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham

IHSG Hari Ini 9 Oktober 2026 Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham

Komentar
Berita Terbaru