Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 Diprediksi Melemah
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 26 Agustus 2026, diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Sentimen global dan kondisi neraca eksternal Indonesia menjadi faktor yang membayangi pergerakan rupiah.
Baca Juga:
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang Asia. Baht Thailand turun 0,01 persen, ringgit Malaysia melemah 0,10 persen, yuan China turun 0,03 persen, dan rupee India terkoreksi 0,02 persen.
Tekanan juga terlihat pada dolar Taiwan yang melemah 0,04 persen, dolar Singapura turun 0,08 persen, serta yen Jepang yang terkoreksi 0,16 persen. Sebaliknya, dolar Hong Kong menguat 0,04 persen dan won Korea Selatan naik 0,10 persen.
Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan dengan Iran
Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan indeks dolar AS dipengaruhi sejumlah sentimen global, salah satunya rencana Amerika Serikat memberikan sanksi kepada Iran.Situasi tersebut berlangsung di tengah ketegangan di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga memperingatkan kemungkinan perang ekonomi terhadap Iran.
Baca Juga:Ketegangan geopolitik tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dan harga minyak dunia.
Kondisi itu menjadi perhatian karena kenaikan harga energi dapat kembali memberikan tekanan terhadap inflasi. Jika inflasi bertahan tinggi, peluang The Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi dalam beberapa bulan mendatang dapat meningkat.
Aktivitas Jasa AS Masih Solid
Sentimen positif bagi dolar AS juga datang dari perekonomian Amerika Serikat.Indeks PMI Jasa S&P Global AS pada Agustus 2026 tercatat di level 56,8. Angka tersebut berada di atas perkiraan 54 dan meningkat dibandingkan 54,6 pada bulan sebelumnya.
Capaian tersebut juga menjadi level tertinggi sejak Desember 2024.
Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Jadi Perhatian
Dari dalam negeri, sentimen terhadap rupiah turut dipengaruhi pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia.Pada kuartal II/2026, defisit transaksi berjalan tercatat mencapai US$12,5 miliar atau sekitar 3,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Pelebaran defisit tersebut antara lain dipengaruhi peningkatan impor minyak seiring tingginya harga minyak dunia.
Meski demikian, kondisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal sebelumnya.
Baca Juga:Pada kuartal II/2026, NPI mencatat defisit US$900 juta. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan defisit US$9,1 miliar pada kuartal I/2026.
Perbaikan tersebut terutama didukung transaksi modal dan finansial yang berbalik mencatat surplus US$12 miliar, setelah sebelumnya mengalami defisit US$4,8 miliar.
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Agustus 2026, Cek Prediksi dan Pergerakannya
Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026 Berpotensi Menguat
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 19 Agustus 2026
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026 Diproyeksikan Bergerak di Rp17.750–Rp17.900 per Dolar AS