Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026 Diproyeksikan Bergerak di Rp17.750–Rp17.900 per Dolar AS
digtara.com -Nilai tukar rupiah hari ini, Selasa 18 Agustus 2026, diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS. Pergerakan rupiah masih dipengaruhi sentimen positif dari pidato Presiden Prabowo Subianto terkait arah kebijakan ekonomi serta penantian pasar terhadap Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Baca Juga:
Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (14/8/2026), rupiah ditutup menguat 0,28 persen ke level Rp17.827 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya sekitar Rp17.877 per dolar AS.
Rupiah Menguat Setelah Pidato Presiden Prabowo
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah terjadi karena pasar merespons positif arah kebijakan pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato RAPBN 2027.
Menurutnya, investor sebelumnya cenderung berhati-hati menjelang pidato tersebut. Namun, setelah arah kebijakan ekonomi dipaparkan, sentimen pasar berubah menjadi lebih positif.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS dan IHSG naik oleh respons positif investor pada pidato RAPBN Presiden Prabowo. Saya melihatnya sebagai cautiously positif," ujar Lukman.
Penguatan rupiah juga terjadi bersamaan dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang menunjukkan meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional.
Baca Juga:
Investor Masih Cermati RAPBN 2027
Meski sentimen positif mulai terlihat, investor diperkirakan masih akan mencermati isi pidato Presiden Prabowo secara lebih mendalam.
Pasar akan mengevaluasi implikasi kebijakan fiskal dan ekonomi yang tertuang dalam RAPBN 2027 terhadap kondisi makroekonomi Indonesia.
Beberapa target pemerintah yang menjadi perhatian investor antara lain:
Pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen.
Asumsi nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google NewsArah kebijakan fiskal untuk tahun 2027.
Baca Juga:
Target-target tersebut dinilai dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka menengah.
RDG Bank Indonesia Jadi Katalis Berikutnya
Selain mencermati kebijakan pemerintah, pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Keputusan BI mengenai suku bunga dan kebijakan moneter diperkirakan menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan arah pergerakan rupiah pada pekan ini.
"Investor masih akan mencerna lebih dalam pidato Presiden Prabowo tersebut. Selain itu juga menantikan RDG BI," kata Lukman.
Menurutnya, kombinasi sentimen dari kebijakan pemerintah dan keputusan Bank Indonesia akan menjadi penentu utama pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.
SHARE:Tagsnilai tukar rupiahRDG Bank Indonesiadolar ASdolar AS hari inikurs hari inikurs rupiah 18 Agustus 2026rupiah hari inirupiah terhadap dolar ASBerita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026 Diprediksi Rp17.900-Rp18.050 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 1 Oktober 2026 Diproyeksi Rp17.850-Rp18.000 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 30 September 2026 Diproyeksi Rp17.950-Rp18.050 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 28 September 2026 Melemah ke Rp17.978 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 28 September 2026 Melemah ke Rp17.978 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 25 September 2026 Diprediksi Masih Tertekan, Cek Proyeksinya
KomentarBerita Terbaru
Menaker Dorong Perusahaan Serap Penyandang Disabilitas Usai Ikuti Pelatihan Gratis
10 Aplikasi dan Web Proxy Video Gratis 2026 yang Bisa Dicoba, Aman untuk Akses Konten Legal
Kapolsek Alak Berganti, Kapolresta Kupang Kota Ingatkan Soal Amanah Tugas Dan Kepentingan Masyarakat
Kode Redeem Free Fire (FF) Hari Ini 2 Oktober 2026, Klaim Diamond dan Skin Gratis
Ini Duduk Perkara Pembunuhan Berencana Yang Menyeret Lima Tersangka di Rote Ndao
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026 Diprediksi Rp17.900-Rp18.050 per Dolar AS
Timnas Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Mitchell Baker Cetak 5 Gol dan Bawa Garuda ke Final
IHSG Hari Ini 2 Oktober 2026: Berisiko Koreksi ke 5.850, Saham ASII hingga BMRI Jadi Sorotan