Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat di Awal Pekan, Senin 13 Oktober 2025
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak menguat pada awal pekan ini, Senin (13/10/2025), setelah pada akhir pekan lalu ditutup melemah tipis.
Baca Juga:
Adapun pada akhir perdagangan Minggu (12/10/2025), indeks dolar AS kembali turun ke 98,97.
Mengutip Reuters, pelemahan dolar AS dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berencana menaikkan tarif impor China hingga 100%. Pernyataan itu menekan greenback dan membuat nilai tukar euro dan yen menguat terhadap dolar.
Baca Juga:Meski terkoreksi, indeks dolar AS masih mencatat kenaikan mingguan sebesar 1,66%, menjadi yang tertinggi sejak September 2024.
Prediksi Pergerakan Rupiah
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah pada pekan ini akan bergerak fluktuatif, namun memiliki peluang untuk ditutup menguat di kisaran Rp16.520–Rp16.570 per dolar AS.
"Prospek pelonggaran kebijakan moneter semakin besar. Berdasarkan CME FedWatch Tools, peluang penurunan suku bunga hampir 100% pada Oktober, dengan kemungkinan penurunan lanjutan pada pertemuan Desember," jelas Ibrahim.
Kondisi tersebut memberi tekanan terhadap imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield) dan mendorong pelemahan dolar AS secara global.
Baca Juga:
Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif, Sentimen Konflik AS-Iran Masih Membayangi
Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp18.000–Rp18.128 per Dolar AS, Pasar Nantikan Data Inflasi AS
Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp18.050–Rp18.200 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS