Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp16.620 per Dolar AS, Kamis 9 Oktober 2025
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah pada kisaran Rp16.570 hingga Rp16.620 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga:
Pergerakan Mata Uang Asia
Sejumlah mata uang di kawasan Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Yen Jepang terdepresiasi 0,41%, dolar Hong Kong melemah 0,01%, dolar Singapura 0,17%, dolar Taiwan 0,24%, dan won Korea Selatan 0,73%.
Baca Juga:Namun, beberapa mata uang Asia lainnya justru menguat. Peso Filipina naik 0,29%, yuan China menguat tipis 0,01%, dan baht Thailand naik 0,10%.
Sentimen Global: Ketidakpastian Ekonomi AS
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama dari Amerika Serikat.
"Kebuntuan politik di Kongres terkait RUU pendanaan pemerintah menunjukkan sedikit tanda penyelesaian, meskipun sudah ada upaya mediasi dari Presiden Donald Trump. Kali ini, dampak shutdown bisa lebih besar dibanding sebelumnya," kata Ibrahim, Rabu (8/10/2025).
Shutdown yang berlarut-larut juga membuat proyeksi kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) semakin kabur. Ibrahim memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan Oktober, menjadi 3,75%–4,00%.
Baca Juga:Sentimen Domestik: Pertumbuhan Ekonomi Melambat
Dari dalam negeri, pasar masih menanggapi proyeksi perlambatan ekonomi Indonesia yang dirilis sejumlah lembaga internasional. Pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 diperkirakan berada di bawah 5%, seiring melambatnya beberapa indikator aktivitas ekonomi.
"Produksi industri masih cukup kuat, tetapi tidak diiringi peningkatan keyakinan bisnis. Ini menjadi sinyal bahwa momentum ekonomi domestik masih tertahan," tambah Ibrahim.
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS