Pasca Insiden Kapal Tenggelam, Polres Manggarai Barat Tingkatkan Pengamanan di Perairan Labuan Bajo
digtara.com -Pasca tragedi tenggelamnya kapal wisata KLM Putri Sakinah, Polres Manggarai Barat, Polda NTT meningkatkan pengamanan di Pelabuhan Marina Waterfront, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Baca Juga:
- Belajar Dari Insiden Meninggalnya WNA Austria di Lokasi Wisata, Polisi-Warga di Manggarai Barat Intensifkan Sidak di Lokasi Wisata
- Fasilitas Rusak, Akses ke Lokasi Wisata Alam Danau Sano Limbung-Manggarai Barat Ditutup Sementara
- Polres Manggarai Barat Periksa Lima Saksi Dalam Kasus Tewasnya Dua WNA Austria
Dalam pengamanan tersebut, anggota Sat Polairud dan Sat Pamobvit Polres Manggarai Barat secara langsung memantau aktivitas pelayaran di pelabuhan ujung barat Pulau Flores itu.
Sedikitnya 587 wisatawan menggunakan 56 unit kapal wisata tercatat melakukan perjalanan wisata pada akhir pekan lalu.
Baca Juga:Sebagian besar kapal tersebut mengangkut wisatawan asing yang hendak melanjutkan perjalanan wisata mereka ke kawasan Taman Nasional Komodo.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang mengatakan bahwa kehadiran aparat kepolisian di kawasan pelabuhan sangat penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan setiap prosedur keselamatan pelayaran dipatuhi secara ketat oleh para pelaku pariwisata.
"Tujuannya adalah memastikan semua prosedur keselamatan dipatuhi oleh para penyedia jasa wisata bahari, serta memberikan rasa aman kepada wisatawan yang hendak berwisata," ujar Kapolres pada Senin (12/1/2026).
"Setiap harinya, pelabuhan ini dipadati oleh wisatawan domestik maupun internasional yang melakukan perjalanan laut menggunakan kapal wisata seperti kapal pinisi dan speedboat," jelasnya.
Oleh karena itu, kehadiran aparat keamanan sangat diperlukan untuk memastikan aktivitas perjalanan wisata berlangsung tertib dan aman.
Baca Juga:Petugas juga aktif memberikan arahan kepada calon penumpang terkait prosedur keselamatan sebelum naik ke kapal, seperti penggunaan pelampung, dan pendataan identitas penumpang (data manifes).
Dengan pendekatan yang humanis namun tegas, petugas kepolisian memastikan tidak ada pelanggaran aturan pelayaran yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.
"Dengan pengawasan rutin seperti ini, kami berharap wisatawan merasa lebih tenang dan nyaman ketika melakukan penyeberangan," tuturnya.
Hal ini dilakukan untuk mencegah insiden atau kecelakaan laut yang bisa mencoreng citra pariwisata Labuan Bajo dan menimbulkan kerugian besar bagi berbagai pihak.
"Keamanan dan keselamatan wisatawan adalah prioritas utama kami. Maka dari itu, kami aktif melakukan pengawasan langsung di lapangan, terutama di titik-titik yang memiliki potensi tinggi terjadinya gangguan," ungkap Kapolres Manggarai Barat.
Baca Juga:Polres Manggarai Barat juga bersinergi dengan berbagai pihak seperti KSOP Kelas III Labuan Bajo, TNI AL, Basarnas dan agen perjalanan wisata untuk memastikan layanan wisata bahari berjalan profesional.
Semua pihak diminta bekerja sama menjaga kualitas pelayanan yang mendukung kenyamanan wisatawan.
Belajar Dari Insiden Meninggalnya WNA Austria di Lokasi Wisata, Polisi-Warga di Manggarai Barat Intensifkan Sidak di Lokasi Wisata
Fasilitas Rusak, Akses ke Lokasi Wisata Alam Danau Sano Limbung-Manggarai Barat Ditutup Sementara
Polres Manggarai Barat Periksa Lima Saksi Dalam Kasus Tewasnya Dua WNA Austria
Kapal Phinisi di Manggarai Barat Diduga Salahgunakan BBM Solar Bersubsidi
Polres Manggarai Barat Selidiki Dugaan Kelalaian Tewasnya Dua Turis Asing di Lokasi Wisata