Tiga Tahun Terakhir, Ditpolairud Polda NTT selesaikan 25 kasus Bom Ikan di Wilayah NTT
"Daya ledakan yang cukup besar, dapat menyebabkan kematian ikan dalam jumlah banyak dan sangat merusak biota laut," pungkas Irwan.
Baca Juga:
Irwan menegaskan bahwa sebagian besar alat peledak dirakit secara mandiri oleh pelaku, hanya sebagian kecil yang berasal dari pabrik.
"Kemudian mereka gunakan untuk menangkap ikan dalam jumlah banyak untuk keuntungan pribadi, tetapi mengakibatkan kerugian negara berupa kerusakan biota laut," ujarnya.
Untuk mencegah hal ini, Direktorat polairud terus menggencarkan patroli di wilayah-wilayah perairan tersebut.
Direktorat Polairud Polda NTT juga sudah membentuk Bhayangkara Pembina (Bhabin) Polair untuk melakukan edukasi dan sosialisasi pada masyarakat pesisir.
Saat ini sudah ada 10 orang anggota Bhabin Polairud Polda NTT yang disebarkan ke wilayah Kelurahan Namosain, Oesapa, Kelapa Lima dan Alak, Kota Kupang.
"Mereka melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat pesisir agar tidak menangkap ikan dengan bom," tandas Dirpolairud Polda NTT.
Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kriminal, Polda NTT Ungkap 76 Kasus Kejahatan Konvensional
Diduga Terlilit Hutang, Pria di Manggarai Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri
Polda NTT Matangkan Operasi Patuh Turangga 2026
Persoalan Antara Anggota Brimob dan Warga Alor Berujung Damai, Korban Pilih Cabut Laporan Polisi
Pelatihan USEFT, Cara Kapolda NTT Bantu anggota Polri Atasi Masalah Mental dan Emosional