Kamis, 04 Juni 2026

Kapolres Sumba Timur ke Lokasi Kebakaran Cek Penyebab Kebakaran

Imanuel Lodja - Kamis, 04 Juni 2026 18:25 WIB
Kapolres Sumba Timur ke Lokasi Kebakaran Cek Penyebab Kebakaran
ist
Kapolres Sumba Timur mendatangi lokasi kebakaran

digtara.com -Kapolres Sumba Timur, AKBP Dr Gede Harimbawan turun ke lokasi kejadian kebakaran rumah pondok daun yang menyebabkan satu keluarga meninggal dunia.

Baca Juga:

Kapolres ke RT 002/RW 002, Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur pada Kamis (4/6/2026) pagi bersama anggota Identifikaai dan Satreskrim Polres Sumba Timur.

"Saya baru pulang dari lokasi kebakaran rumah pondok yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia di wilayah hukum Polres Sumba Timur," ujar Kapolres Sumba Timur.

Rumah yang terbakar merupakan sebuah rumah pondok non permanen berukuran sekitar 3 x 4 meter persegi yang terbuat dari kayu dan gedek/anyaman bambu.

Selain mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, polisi juga melakukan pendataan korban dan saksi.

Aparat keamanan juga mengevakuasi korban ke RSUD Umbu Rarameha Waingapu menggunakan kendaraan patroli Pamapta dan satu unit mobil pick up.

Baca Juga:

Polisi juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk pelaksanaan otopsi forensik.

"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kebakaran dan kematian para korban," ujar Kapolres.

Kapolres menyebutkan berdasarkan informasi awal, para korban terdiri dari pasangan suami istri, seorang anak kandung, serta seorang anak yang diduga merupakan keponakan dari keluarga korban.

Sebuah rumah pondok di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terbakar pada Kamis (4/6/2026) dinihari

Kebakaran yang terjadi pada pukul 02.30 wita ini menyebabkan satu keluarga atau empat orang meninggal dunia.

Mereka terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak gadisnya, bahkan ada satu Balita yang baru berusia dua tahun.

Empat orang korban masing-masing KH alias Kristanto (33) yang juga kepala keluarga, EUL alias Elisabet (30), SNN alias Stella (9) dan AWPT alias Aneta, bocah berusia dua tahun.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru