Persoalan Antara Anggota Brimob dan Warga Alor Berujung Damai, Korban Pilih Cabut Laporan Polisi
digtara.com -Selisih paham antara oknum anggota Brimob Kompi 4 Yon A Polda NTT dengan warga di Kabupaten Alor berujung perdamaian.
Baca Juga:
Perdamaian dihelat pada Rabu (3/6/2026) petang di rumah besar Uma Pusung Rebong Alor Besar, RT 001/RW 001, Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor.
Selisih paham ini terjadi antara anggota Brimob Kompi 4 Yon A Polda NTT dengan masyarakat Desa Alor Besar pada Rabu, 27 Mei 2026 malam sekitar pukul 19.00 Wita.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari. Camat Alor Barat Laut, Djakaria Djawa, Wadanyon Brimob Polda NTT, AKP Raimondo De Jesus, Kasat Reskrim Polres Alor, AKP Amru Ichsan, Kapolsek Alor Barat Laut, AKP Apolos Peni dan Kasat Intelkam Polres Alor, Iptu Kamaludin.
Hadir pula Danki 4 Yon A Pelopor, Iptu Urbanus Widiyan dan Danton 1 Kompi 4 Yon A Pelopor, Ipda Jefri Susilo.
Baca Juga:Ada pula tokoh adat seperti Aba Hedung, Abdurahman Mahmud dan Rajab Usman.
Selain itu tokoh masyarakat Djasa Aamiin dan Ibrahim Hedung. Orang tua korban Samaiun Jakra. Ketua RT 03 Alor Besar Dusun Mansur Ibrahim, paman korban Alimudin Koko.
Ketua Tamir Mesjid Al-khairah Sebanjar Darwin Anwar, korban Jalaludin Jakra serta anggota Polres Alor dan anggota Brimob Kompi 4 Yon A Polda NTT.
Pertemuan diwarnai pengalungan dan penyematan selendang oleh keluarga korban kepada anggota Brimob yang sebelumnya terlibat dalam permasalahan, sebagai bentuk penerimaan dan rekonsiliasi.
Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.
Kapolres menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun dalam proses penegakan hukum terdapat mekanisme penyelesaian melalui pendekatan restorative justice yang mengedepankan kesepakatan para pihak, pemulihan hubungan sosial, serta terciptanya keharmonisan di tengah masyarakat.
"Atas nama institusi Polri, kami menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas peristiwa yang telah terjadi. Semoga perdamaian ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara masyarakat dan Polri," tambahnya.
Baca Juga:
Pelatihan USEFT, Cara Kapolda NTT Bantu anggota Polri Atasi Masalah Mental dan Emosional
Polda NTT Dukung Penuh Segala Kegiatan Keagamaan dan Siap Beri Pengamanan
Tim Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Polri dalam Ketahanan Pangan di NTT
Hari Pancasila di Polda NTT, Irwasda Polda NTT Ingatkan Nilai Pancasila Harus Jadi Pedoman Anggota Polri
Otopsi Jenazah Korban Penembakan di Sumba Barat Daya Keluarkan Proyektil Peluru