Longsor di PLTA Barang Toru: Puluhan Orang Hilang, Satu WNA China

Jumat, 30 April 2021 10:47
Peristiwa longsor di areal PLTA Batang Toru pada Desember tahun lalu

digtara.com – Bencana tanah longsor terjadi di areal Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru Wilayah Marancar, Kabupaten tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (29/4/2021) petang. Dikabarkan, 12 orang diduga hilang akibat tertimbun tanah longsor tersebut, dua diantaranya karyawan perusahaan PT NSHE.

Communication & External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Ir Firman Taufick dalam keterangan tertulisnya menjelaskan kronologi peristiwa itu. Awalnya, 3 karyawan K3 PT NSHE atas nama Dolan Sitompul menemani 2 orang karyawan Sinohydro warga negara  China bernama Long Quan dan Xie.

Pada Kamis (29/4/2021) pukul 18.10 WIB, mereka mengendarai sebuah mobil proyek double cabin untuk mengecek dan mendokumentasikan terjadinya banjir lumpur setinggi 50 Cm yang terjadi pada pukul 16.30. Tepatnya di jalan R17 K4+100 Bridge 6 yang diakibatkan hujan lebat yang mengguyur lokasi sejak siang hari.

“Pihak Sinohydro mencurigai banjir lumpur di lokasi ini akan menyebabkan longsor sehingga pihak mereka perlu mengecek agar dapat menyiapkan alat berat untuk mengatasinya,” ujar Firman, Jumat (30/4/2021)

Setelah melakukan pengecekan dan mengambil dokumentasi, lanjut Firman, bencana longsor terjadi sekitar pukul 18.20. Longsor itu langsung menimpa dan menggulung para karyawan Sinohydro tersebut.

Baca: Update! Tiga Jenazah Korban Longsor PLTA Batang Toru Ditemukan

“Namun Xie yang sempat melihat adanya longsoran berhasil meloncat keluar dari dalam mobil dan lari menyelamatkan diri. Sementara rekannya, Long Quan dan Dolan Sitompul tergulung tanah longsor,” ungkapnya.

Korban Lainnya di Kedai Kopi

Laman: 1 2 3

Berita Terkait