Minggu, 26 Juli 2026

Karyawan PLTA Batang Toru Tewas Usai Hanyut Saat Survei Pembangunan Jembatan

Arie - Senin, 26 Mei 2025 16:59 WIB
Karyawan PLTA Batang Toru Tewas Usai Hanyut Saat Survei Pembangunan Jembatan
suara.com
Karyawan PLTA Batang Toru Tewas Usai Hanyut Saat Survei Pembangunan Jembatan

digtara.com - Seorang karyawan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Albert Amandan (19), ditemukan tewas setelah dilaporkan hanyut di Sungai Batang Toru saat melakukan survei pembangunan jembatan.

Baca Juga:

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan pada Senin, 26 Mei 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 8 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hanyut," ujarnya.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu pagi, 24 Mei 2025, di kawasan jembatan PLTA Batang Toru, Desa Sipenggeng, Kecamatan Batang Toru.

Saat itu, korban bersama seorang rekannya sedang menyeberangi sungai dengan meniti tali dalam rangka survei proyek pembangunan jembatan. Namun nahas, Albert terjatuh dan langsung hanyut terseret arus deras.

Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian awal, namun derasnya arus sungai membuat upaya tersebut gagal.


Informasi kejadian lalu diteruskan ke pihak Polsek Batang Toru, yang kemudian melaporkannya ke tim SAR.

Operasi pencarian langsung dilakukan oleh tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan pihak PLTA.

Pencarian dilakukan menggunakan berbagai metode, seperti penyisiran dengan perahu rafting, pemantauan drone udara, serta pencarian darat di beberapa titik potensial hingga radius 7 kilometer dari lokasi awal.

"Kami menggunakan drone thermal untuk menjangkau area sulit, namun debit sungai yang tinggi dan arus deras menjadi tantangan tersendiri," ujar Hery.

Jenazah Albert akhirnya ditemukan dalam keadaan mengambang di tepi sungai. Korban segera dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi.

Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup pada hari yang sama.

Hery Marantika menegaskan pentingnya keselamatan kerja, terutama bagi pekerja yang beraktivitas di wilayah sungai dan daerah rawan bencana.

"Musibah ini menjadi pengingat bagi semua pihak agar selalu mengutamakan keselamatan kerja dan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai, terutama dalam proyek-proyek berisiko tinggi seperti di PLTA Batang Toru," tegasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Diduga Kompor Meledak, Rumah Dinas PLN di Riung-Ngada Terbakar

Diduga Kompor Meledak, Rumah Dinas PLN di Riung-Ngada Terbakar

Warga Bestobe-Takari Menangis Haru Dengan Keberadaan Jembatan Bantuan Polda NTT

Warga Bestobe-Takari Menangis Haru Dengan Keberadaan Jembatan Bantuan Polda NTT

Jembatan Merah Putih Bantuan Polda NTT Hadirkan Akses Transportasi Bagi Warga dan Siswa di Takari

Jembatan Merah Putih Bantuan Polda NTT Hadirkan Akses Transportasi Bagi Warga dan Siswa di Takari

Polres Manggarai Barat Selidiki Dugaan Kelalaian Tewasnya Dua Turis Asing di Lokasi Wisata

Polres Manggarai Barat Selidiki Dugaan Kelalaian Tewasnya Dua Turis Asing di Lokasi Wisata

Jatuh di Jembatan Gantung Air Terjun Manggarai Barat, Dua WNA Austria Meninggal Dunia

Jatuh di Jembatan Gantung Air Terjun Manggarai Barat, Dua WNA Austria Meninggal Dunia

Jembatan Bailey di Aceh Tengah Kembali Hubungkan 5 Desa yang Sempat Terisolasi

Jembatan Bailey di Aceh Tengah Kembali Hubungkan 5 Desa yang Sempat Terisolasi

Komentar
Berita Terbaru