Minggu, 30 Agustus 2026

Gara-gara Berebut Perempuan, 2 Pemuda Pukul-pukulan

Imanuel Lodja - Jumat, 15 November 2019 07:29 WIB
Gara-gara Berebut Perempuan, 2 Pemuda Pukul-pukulan

digtara.com | KUPANG – Dua pemuda di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terlibat saling pukul gara-gara memperebutkan satu orang perempuan. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi di Polsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota, Jumat (15/11/2019) siang.

Baca Juga:

Laporan pertama disampaikan Alexander Putra Anjas Leki (20), warga Jalan Nangka RT 05/RW 05 Kelurahan Oeba Kecamatan Kota Lama Kota Kupang.

Ia mengaku dipukuli Mario Neno (20) di rumah nya, Jumat (15/11/2019) siang saat ia berada dirumah. Mario Neno sendiri merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan tinggal di Jalan Sukun Kelurahan Oepura Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Awalnya korban Alexander Putra Anjas Leki berpacaran dengan Bintang Randa (18), mahasiswi Politeknik Negeri Kupang yang juga warga Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

“Kami (Bintang dan Alexander Putra Anjas Leki) sudah putus lama,” ujar Bintang Randa saat ditemui di Mapolsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota.

Belakangan Alexander Putra Anjas Leki ingin kembali menjalin hubungan dengan Bintang Randa padahal Bintang Randa sudah berpacaran dengan Mario Neno. Alexander Putra Anjas Leki pun intens mengirim pesan dan WA ke nomor HP Bintang Randa bahkan ada WA yang melanggar asusila dikirim Alexander Putra Anjas Leki.

Mario Neno tidak terima baik melihat WA dan pesan-pesan tak senonoh yang dikirim Alexander ke Bintang Randa. Mario kemudian datang ke rumah Alexander di Jalan Nangka Kelurahan Oeba untuk mengklarifikasi maksud pesan dan WA dari Alexander ke Bintang Randa.

Namun keduanya emosi sehingga Mario memukul Alexander menyebabkan memar dan luka pada bola mata kiri dan wajah. Alexander tidak tinggal diam. Ia mengontak sejumlah rekannya dan mereka pun mengeroyok Mario Neno hingga babakbelur.

Di Polsek Kelapa Lima masing-masing ngotot membuat laporan polisi. Alexander melaporkan kasus penganiayaan dan Mario Neno membuat laporan pengeroyokan.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Andry Setiawan, SH SIK yang dikonfirmasi di Mapolsek Kelapa Lima, Jumat (15/11/2019) mengakui kalau polisi sudah menerima laporan polisi dan sedang memproses dengan memeriksa para saksi, korban dan terlapor.

Namun karena salah satu pihak menginginkan diselesaikan secara damai maka pihaknya akan memfasilitasi kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ditpolairud Polda NTT Kerahkan KP Pomana XXII-3017 Antar Logistik Korban Gempa Flores

Ditpolairud Polda NTT Kerahkan KP Pomana XXII-3017 Antar Logistik Korban Gempa Flores

Polairud Polda NTT Bantu Evakuasi Barang Warga Terdampak Gempa dan Salurkan Bansos

Polairud Polda NTT Bantu Evakuasi Barang Warga Terdampak Gempa dan Salurkan Bansos

Kapolri dan Kapolda NTT Bantu Perbaikan Rumah Anggota Polres Ende Korban Gempa

Kapolri dan Kapolda NTT Bantu Perbaikan Rumah Anggota Polres Ende Korban Gempa

Masjid di Ende Rusak Akibat Gempa, Kapolda NTT Sumbang Donasi dan Beri Bansos

Masjid di Ende Rusak Akibat Gempa, Kapolda NTT Sumbang Donasi dan Beri Bansos

Diduga Cabuli Remaja Wanita dan Sempat Kabur, Pria Asal Demak Diamankan Tim Zero Ditres PPA dan PPO Polda NTT

Diduga Cabuli Remaja Wanita dan Sempat Kabur, Pria Asal Demak Diamankan Tim Zero Ditres PPA dan PPO Polda NTT

Jadi Tersangka, Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Terancam Penjara Tujuh Tahun

Jadi Tersangka, Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Terancam Penjara Tujuh Tahun

Komentar
Berita Terbaru