Kerusakan Mapolres Sumba Barat Mulai Diperbaiki, Polisi Tindak Tegas Pelaku Tindak Kriminal
digtara.com -Polres Sumba Barat bersama personel gabungan bergerak cepat membersihkan serta memperbaiki area Mako Polres Sumba Barat yang mengalami kerusakan materiil pasca didatangi ratusan massa pada Selasa (15/9/2026) petang.
Baca Juga:
Sejumlah fasilitas dirusaki massa pasca tewasnya JT alias Jowa, terduga pelaku pencurian dengan kekerasan karena terkena tembakan polisi.
Polda NTT bersama Pemerintah Daerah Sumba Barat membuka ruang diskusi dan musyawarah secara terbuka untuk mencari solusi atas setiap permasalahan yang ada.
Pendekatan ini tetap menghormati tata cara adat lokal tanpa mengesampingkan prosedur hukum yang berlaku.
Disisi lain, Polda NTT berkomitmen mengusut tuntas dan menuntaskan dinamika peristiwa yang terjadi di Kabupaten Sumba Barat secara tegas, transparan, dan akuntabel.
Baca Juga:Dibawah kepemimpinan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, kepolisian memprioritaskan perlindungan masyarakat dari tindak kejahatan serta mempercepat pemulihan fasilitas pelayanan publik demi kenyamanan warga setempat.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa penanganan kasus di Sumba Barat dilakukan secara menyeluruh berbasis scientific crime investigation dengan pengawasan ketat internal dari Tim Gabungan Pejabat Utama Polda NTT.
Kapolda NTT menaruh perhatian yang sangat serius terhadap stabilitas keamanan di Sumba Barat. Penanganan hukum dilakukan secara obyektif, transparan, dan profesional.
"Fokus utama kami adalah memastikan warga merasa aman serta mengembalikan fungsi pelayanan publik agar dapat berjalan optimal kembali," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra, Rabu (16/9/26).
Tindak pidana pencurian ternak dengan kekerasan (curas) menjadi fokus perhatian utama kepolisian.
Polda NTT memastikan langkah tegas akan terus diambil untuk menindak para pelaku demi mengembalikan ketenangan warga dan menjaga stabilitas keamanan di Sumba Barat.
"Polda NTT bersama Pemda Sumba Barat membuka pintu seluas-luasnya untuk berdialog dan bermusyawarah. Kami sangat menghormati nilai-nilai adat lokal, namun proses hukum tetap berjalan sesuai aturan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak merusak fasilitas umum maupun Mako yang pada dasarnya dibangun untuk melayani warga," tambah Kabid Humas.
Polri juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta elemen pemuda untuk saling merangkul dan bersinergi dalam menjaga kedamaian di Bumi Ladae Loko Rara.
"Kami meminta agar masyarakat tidak terprovokasi isu-isu yang menyesatkan. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan dan dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat, Polri menyediakan layanan call center 110. Silahkan hubungi, kami siap melayani masyarakat," tandas Kabid Humas.
Baca Juga:Jenazah JT alias Jowa yang sebelumnya dibawa ke Mapolres Sumba Barat oleh pihak keluarga, telah diambil oleh pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka pada Rabu (16/9/2026) subuh.
Dalam proses tersebut, pihak keluarga mendapatkan pendampingan dari Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali.
Sebelumnya, keluarga korban penembakan yang diketahui merupakan pelaku tindak kejahatan sempat melakukan aksi di lingkungan Polres Sumba Barat.
Pasca kejadian tersebut, personel Polres Sumba Barat bersama personel Polres Sumba Barat Daya dan personel Brimob Batalyon C Pelopor tetap siaga di sejumlah titik guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan serta memastikan situasi tetap terkendali.
Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di sekitar lingkungan Mapolres Sumba Barat.
Kehadiran personel gabungan di lapangan merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun pihak keluarga.
Baca Juga:Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali bersama jajaran terus mengarahkan personel untuk tetap mengedepankan sikap profesional, humanis, dan terukur dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Hingga pukul 00.30 WITA, situasi di lingkungan Polres Sumba Barat terpantau aman dan kondusif.
Personel gabungan masih disiagakan dan terus melakukan pengamanan serta pemantauan situasi secara berkala.
Pada Selasa (15/9/2026) pagi sekitar pukul 09.40 WITA, petugas mendatangi kediaman JT di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat
Namun saat hendak ditangkap, JT yang merupakan pelaku pencurian ternak merespons agresif dengan mengayunkan parang ke arah petugas.
Untuk melumpuhkan JT, petugas mengarahkan tembakan ke arah kaki. Namun, di saat bersamaan JT terjatuh sehingga peluru mengenai bahu kanan.
Petugas langsung membawa JT ke Rumah Sakit Kristen Lende Moripa Waikabubak sekitat pukul 10.00 WITA untuk mendapatkan penanganan medis darurat, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis pada pukul 10.20 WITA.
Tim Gabungan Polres Sumba Barat berhasil membongkar sindikat tindak pidana pencurian ternak dengan kekerasan (curas) serta pencurian dengan pemberatan (curat) yang selama ini meresahkan warga Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah.
Dalam operasi penangkapan, tiga orang tersangka berhasil diringkus, sementara satu pelaku lainnya tewas tertembak usai berusaha menyerang petugas menggunakan parang.
Baca Juga:Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menyatakan bahwa langkah hukum yang diambil merupakan bentuk ketegasan polisi demi mengembangkan kasus ini
Salah satu aksi paling sadis terjadi pada 21 Februari 2026 di Kampung Waini Haingu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Sumba Tengah.
Korban bernama D.D.H. alias B.R. kritis usai dibacok secara membabi buta oleh para pelaku.
Korban menderita dua luka robek di belakang kepala sepanjang 6 centimeter dan 8 centimeter hingga mengenai tulang, serta luka sabetan parang memanjang di punggung sepanjang 48 centimeter.
Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka, yakni ASBL alias Agus (46), KY alias Katanga (35), dan YKM alias Yeremias.
Baca Juga:Sebagai barang bukti, petugas menyita satu ekor kerbau jantan hasil curian yang ditemukan di rumah tersangka A.S.B.L. dan kini diamankan di Polsek Loli.
Aksi penyergapan dimulai pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Tim Gabungan Polres Sumba Barat yang dipimpin Kanit Buser berhasil mencokok tersangka A.S.B.L. dan K.Y.
Berdasarkan hasil interogasi, petugas kembali bergerak dan menangkap tersangka Y.K.M. pada pukul 06.00 WITA.
Pengembangan dilanjutkan untuk mengincar pelaku lain berinisial J.T. (39).
Polda NTT menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum J.T.
Sempat Dibawa ke Mako Polres Sumba Barat, Jenazah Residivis Korban Penembakan Dibawa Pulang Keluarga
Delapan Pelaku Pencurian Serang Warga di Sumba Tengah dan Gagal Curi Ternak
Tindakan Tegas dan Terukur Aparat Pada Residivis Berbuntut Pada Aksi Warga Datangi Polres Sumba Barat
Songsong HUT Polantas Ke-71, Direktur Lalu Lintas Polda NTT dan Jajaran Anjangsana Ke Purnawirawan dan Anggota Sakit
Pangdam IX/Udayana Silaturahmi Dengan Kapolda NTT dan Jajaran