Selasa, 15 September 2026

Dua Siswi Sekolah Dasar di Kabupaten TTU Tenggelam dan Meninggal Dalam Bak Penampung

Imanuel Lodja - Selasa, 15 September 2026 13:20 WIB
Dua Siswi Sekolah Dasar di Kabupaten TTU Tenggelam dan Meninggal Dalam Bak Penampung
ist
Dua Siswi Sekolah Dasar di Kabupaten TTU Tenggelam dan Meninggal Dalam Bak Penampung

digtara.com -Dua siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam dalam bak penampung air Oetfo di Desa Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU, Senin (14/9/2026) siang.

Baca Juga:

Dua korban masing-masing MSA alias Margareta (8) dan TL alias Theresia (8). Keduanya merupakan siswi kelas II SDN Sainoni dan tinggal di Kampung Upmetan, RT 05/RW 02, Desa. Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU.

Keduanya diduga mandi usai pulang dari sekolah dan tenggelam dalam bak penampungan air.

Teriakan keduanya didengar Magdalena Abi (45) yang saat itu sedang membersihkan.

Magdalena mendengar suara teriakan minta tolong dan langsung menghampiri sumber suara sambil berteriak histeris meminta tolong karena kedua korban dalam keadaan tenggelam.

Teriakan Magdalena didengar Mario Rikardus Tnesi (16) dan Dominikus Siki (16) yang baru pulang sekolah.

Baca Juga:
Dua siswa SMA tersebut berlari ke arah sumber suara dan mendapat informasi dari Magdalena kalau dua siswi SD tenggelam dalam bak penampung air.

Mario dan Dominikus langsung membuka sepatu dan seragam sekolah dan langsung masuk menyelam ke dalam bak air untuk membantu mengevakuasi korban

Keduanya berhasil mengevakuasi korban keluar dari dalam bak air. Saat dievakuasi keluar, kedua korban sudah tidak sadarkan diri.

Selanjutnya korban dilarikan ke Puskesmas Napan, Kabupaten TTU menggunakan mobil mikrolet untuk mendapatkan pertolongan medis.

Anggota Polsubsektor Bikomi Utara langsung turun ke lokasi kejadian dan mendapati korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Napan untuk mendapat pertolongan medis.

Atas kesepakatan bersama kedua keluarga korban, orang tua korban menolak untuk dilakukan otopsi pada kedua korban.

Penolakan otopsi ini dituangkan dalam bentuk surat penolakan dan penolakan proses hukum selanjutnya.

Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote melalui Kasi Humas, AKP Anselmus Pera mengaku kalau sekitar pukul 11.00 WITA, kedua korban bersama teman sekolahnya kembali dari sekolah mereka di SDN Sainoni.

Saat kembali dari sekolah itu kedua korban bersama teman-teman melewati jalur belakang di Oetfo.

Sesampainya di Cekdam Oetfo, korban TL bersama teman-teman berniat masuk ke sebuah baik penampung air yang berusia tua untuk melihat ikan.

Baca Juga:
‎Namun sebelum masuk ke dalam baik air itu, TL masih duduk di atas bak tersebut yang mana permukaan pasangannya tidak rata dan sudah mulai rusak, karena penampungan air dimaksud telah dibangun pada tahun 1985.

"Dugaan sementara, korban kemungkinan tergelincir sehingga TL terjatuh ke dalam bak penampung berukuran 2 x 4 meter dengan kedalaman mencapai 2,5 meter," ujar AKP Anselmus.

‎setelah melihat TL terjatuh ke dalam bak penampung itu, korban lain yakni MSA spontan membuka sepatunya dan melompat masuk ke dalam bak naas itu untuk menolong TL.

Berselang beberapa waktu kedua korban tidak muncul ke permukaan. "Dugaannya adalah kedua korban terjebak dalam lumpur pada bak penampung itu," tambah AKP Anselmus.

‎Melihat kedua korban tidak muncul kembali di permukaan air yang ada pada bak penampung, rekan mereka G.A.S berupaya untuk menolong dengan berteriak pada seorang siswa SMA yang kebetulan melintas di TKP supaya menolong para korban.

‎Kedua korban diduga tertanam di dalam lumpur yang ada pada bak penampung air yang sudah termakan usia.

Lokasi kejadian ini juga berjarak sekira 8 meter dari cekdam Oetfo dan ada juga sebuah sumur.

"Dasar bak air yang jarang dibersihkan atau embung terbuka sering kali mengendapkan lumpur tebal yang dapat mengikat kaki anak-anak saat dipijak, membuat mereka panik dan kesulitan naik ke permukaan," tandas AKP Anselmus

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Satlantas Polres Sumba Barat Daya Anjangsana ke Kediaman Mantan Kasat Lantas Pertama

Satlantas Polres Sumba Barat Daya Anjangsana ke Kediaman Mantan Kasat Lantas Pertama

Hutan Kateri di Malaka Terbakar, Polres Malaka Terjun Padamkan Titik Api

Hutan Kateri di Malaka Terbakar, Polres Malaka Terjun Padamkan Titik Api

Pelaku Pencurian di Sumba Barat Daya Diamankan Polisi

Pelaku Pencurian di Sumba Barat Daya Diamankan Polisi

Pasca Perpanjangan Masa Tanggap Darurat, Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 SR

Pasca Perpanjangan Masa Tanggap Darurat, Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 SR

Kabur ke Kabupaten Tetangga, Mahasiswa Pelaku Pencuriaan Dengan Pemberatan di Malaka Diamankan di Kabupaten TTU

Kabur ke Kabupaten Tetangga, Mahasiswa Pelaku Pencuriaan Dengan Pemberatan di Malaka Diamankan di Kabupaten TTU

Kasus Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Oleh Mahasiswa di Kupang Diselesaikan Secara Damai

Kasus Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Oleh Mahasiswa di Kupang Diselesaikan Secara Damai

Komentar
Berita Terbaru