Siswi Sekolah Dasar di Kupang Jadi Korban Pencurian Perhiasan Emas, Polisi Telusuri Jejak Pelaku
digtara.com -Sebuah video viral di media sosial terkait dugaan penculikan anak dan pencurian perhiasan emas di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT pada Minggu (6/9/2026).
Baca Juga:
Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Theorangga E.A. Rohi didampingi Kanit Intelkam dan Bhabinkamtibmas Desa Penfui Timur, Aipda Lodovikus Buluk, mendatangi kediaman Yoneta Fallo di RT 24/RW 008, Dusun IV, Desa Penfui Timur pada Rabu siang.
Kedatangan polisi tersebut untuk menggali informasi sekaligus memastikan kebenaran video yang sebelumnya diviralkan Yoneta Fallo melalui media sosial (Facebook) mengenai dugaan pencurian perhiasan emas dan penculikan anak.
Dari hasil klarifikasi, anak Yoneta, Fransiska Chiara Yani, siswi kelas V SD Inpres Kaniti berusia 10 tahun, diduga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Diketahui, peristiwa itu terjadi beberapa sebelumnya atau pada Minggu petang sekitar pukul 16.00 Wita.
Baca Juga:Saat itu, Fransiska sedang bermain bersama sejumlah temannya di lingkungan sekitar yang berjarak kurang lebih 900 meter dari rumahnya.
Ketika sedang bermain, datang seorang pria dan seorang perempuan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah hitam.
Keduanya yang diduga pasangan suami istri disebut tidak dikenal oleh korban maupun teman-temannya.
Kedua orang tersebut kemudian menghampiri anak-anak dan mengaku memiliki tanah di sekitar lokasi mereka bermain.
Mereka selanjutnya menanyakan mengenai uang koin kuno yang disebut hendak dibeli.
Dalam situasi tersebut, perempuan yang datang bersama pria itu kemudian membuka salah satu anting emas yang dikenakan Fransiska di telinga kanannya.
Anting emas tersebut disebut memiliki berat kurang dari setengah gram. Setelah dilepas, anting diberikan kepada pria yang bersamanya dan dimasukkan ke dalam saku jaket.
Keduanya kemudian menjanjikan akan membayar anting tersebut dengan harga Rp 2,5 juta.
Salah seorang teman korban juga sempat mengatakan bahwa dirinya memiliki anting emas.
Baca Juga:Namun, ketika diminta mengambilnya, ia menyebut rumahnya berada cukup jauh. Pelaku kemudian membatalkan permintaan tersebut.
Setelah itu, korban diajak naik sepeda motor dengan alasan hendak diantar ke rumah untuk mengambil uang koin kuno sekaligus membayar anting yang telah diambil.
Pasangan tak dikenal itu kemudian membawa Fransiska menggunakan sepeda motor.
Perjalanan tidak berlangsung jauh. Saat berada di ruas jalan raya Matani, korban tiba-tiba diturunkan.
Akibatnya, korban mengalami luka lecet pada bagian tangan. Pria dan wanita tersebut lalu melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju arah Kaniti, Kabupaten Kupang.
Dengan trauma dan merasa kehilangan, Fransiska selanjutnya berlari pulang dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga.
Orang tua bersama kakaknya kemudian berusaha mengejar kedua orang tersebut ke arah Kaniti. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Dalam keterangannya kepada polisi, korban mengaku sadar ketika antingnya dilepas dan ketika diajak naik sepeda motor.
Baca Juga:Korban disebut bersedia mengikuti ajakan tersebut karena percaya akan dibawa pulang untuk mengambil uang koin kuno milik ayahnya yang disimpan di rumah.
Uang koin tersebut menurut korban akan dijual dan digunakan untuk membayar anting yang dijanjikan pelaku.
"Itu perempuan buka anting saya terus diisi di saku. Tapi anting kanan mereka tidak bisa buka," cerita korban yang baru pulang sekolah itu.
Keduanya disebut tidak menggunakan penutup wajah. Karena itu, korban dan teman-temannya mengaku masih mengingat wajah kedua orang tersebut.
Mendengar cerita dan kesaksian orang tua dan korban, Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Theorangga Rohi memberikan pencerahan kepada orang tua dan warga yang sempat mendatangi rumah korban bahwa kejadian tersebut bukan penculikan seperti yang katakan ibu korban.
Melihat korban yang masih trauma, Kapolsek menyarankan kepada orang tua agar membuat laporan resmi ke Polsek agar korban mendapat pendampingan psikologis dari Peksos.
Ia juga menegaskan kepada pemerintah desa setempat agar menghimbau kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan anak-anak saat bermain.
"Orang tua harus lebih memperhatikan anak karena mereka mudah dibujuk rayu. Apalagi ada barang berharga yang bisa diambil," sebutnya.
"Kita melakukan pengecekan terhadap rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar jalur pelarian pelaku," ungkap Kapolsek.
Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi
Cari Pakan Ternak, Petani di Amarasi-Kupang Temukan Tulang dan Tengkorak Manusia
Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang
Tiga Pria Pelaku Pengeroyokan di Alak-Kupang Dilimpahkan ke JPU
Biara di Kupang Dibobol Pencuri, Polisi Amankan Pelaku