Senin, 31 Agustus 2026

Polres Manggarai Barat dan Ditpolairud Polda NTT Salurkan 2,5 Ton Logistik Bagi Korban Gempa Lewat Jalur Laut

Imanuel Lodja - Senin, 31 Agustus 2026 16:45 WIB
Polres Manggarai Barat dan Ditpolairud Polda NTT Salurkan 2,5 Ton Logistik Bagi Korban Gempa Lewat Jalur Laut
ist
Polres Manggarai Barat dan Ditpolairud Polda NTT Salurkan 2,5 Ton Logistik Bagi Korban Gempa Lewat Jalur Laut

digtara.com -Akses darat yang terkendala geografis tak menyurutkan langkah tim gabungan untuk menyapa warga korban gempa di ujung utara Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:

Pada Minggu (30/8/2026) pagi, jajaran Polres Manggarai Barat bersama Direktorat Polairud Polda NTT mengerahkan dua armada utama—Kapal Polisi (KP) PADAR dan KP 2006—guna mendistribusikan tonan bantuan logistik bagi korban gempa bumi di Desa Bari dan Kampung Londar, Desa Sarae Naru, Kecamatan Macang Pacar.

Misi diawali dengan apel kesiapan personel, armada dan sembako di Dermaga Marina Waterfront dipimpin Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang

AKBP Christian menegaskan, penjangkauan wilayah pesisir menjadi prioritas mendesak mengingat kendala aksesibilitas darat pascagempa dapat mengisolasi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Pendistribusian bantuan melalui jalur laut ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak, khususnya di wilayah pesisir Desa Bari dan Kampung Londar yang memiliki kendala aksesibilitas, mendapatkan bantuan logistik secara merata," ujar AKBP Christian Kadang pada Minggu malam.

KP Padar dan KP 2006 bertolak dari pelabuhan. Diatas kapal, sebanyak tujuh personel Satpolairud Polres Manggarai Barat dan 14 personel KP Padar bahu-membahu menjaga keselamatan tonan bantuan logistik selama lebih dari tiga jam melintasi lautan.

Baca Juga:
Sekitar pukul 13.50 Wita, kapal patroli tiba di titik lepas pantai Desa Bari dan Kampung Londar, Desa Sarae Naru.

Dangkalnya perairan pesisir dan ketiadaan dermaga yang memadai bagi kapal besar memaksa tim memutar otak agar pasokan bantuan dapat mendarat dengan aman.

Proses pembongkaran muatan dimulai secara bergotong-royong memindahkan logistik dari kapal utama ke perahu-perahu kayu milik nelayan setempat.

Di bawah pengawalan ketat anggota Polsek Macang Pacar dan Satpolairud, estafet perahu kayu membawa bahan makanan menepi menembus ombak menuju posko pengungsian di halaman Kantor Desa Bari.

"Karena akses darat menuju kedua desa tersebut cukup sulit, penyaluran bantuan dialihkan melalui jalur laut menggunakan kapal patroli. Khusus untuk Kampung Londar yang berada di pulau terpisah tanpa dermaga kapal besar, proses pemindahan bantuan dibantu oleh kapal nelayan warga di tengah laut," ungkap AKBP Christian.

Ia menambahkan, keterlibatan perahu kayu warga tak sekadar masalah teknis, melainkan wujud solidaritas bersama di tengah masa sulit.

"Bantuan ini kami serahkan langsung kepada pihak pemerintah desa untuk selanjutnya dibagikan secara transparan, adil, dan merata kepada seluruh warga terdampak. Personel kami juga turut mengawal pengangkutan perahu hingga tiba di Posko Pengungsian Kantor Desa Bari," lanjut Kapolres.

Dalam operasi ini, total 2,5 ton bantuan berhasil disalurkan. Logistik tersebut mencakup 2,2 ton beras, 100 dus mie instan, 627 lembar selimut hangat, 92 renteng susu balita, minyak goreng, minyak telon, minyak kayu putih, hingga perlengkapan sanitasi wanita dan bayi.

Khusus warga Kampung Londar yang bermukim di wilayah kepulauan, sebanyak 100 paket sembako, 10 dus mie instan, 260 selimut hangat, serta pasokan susu dan biskuit balita diangkut menggunakan dua unit perahu nelayan yang dikawal langsung oleh personel Polsek Macang Pacar.

Raut lega memancar dari wajah para pengungsi saat barang-barang bantuan diturunkan di posko. Kepala Desa Bari, Muhammad Takbir, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas kepedulian jajaran kepolisian yang cepat tanggap menembus kendala geografis.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Manggarai Barat, Tim Polairud, serta Polda NTT. Bantuan beras, selimut, dan kebutuhan balita ini sangat berarti bagi warga kami yang saat ini masih bertahan di posko pengungsian," tutur Muhammad Takbir saat menerima secara simbolis bantuan tersebut.

Kepolisian menegaskan bahwa pemantauan jalur distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil di Manggarai Barat terus dilakukan secara berkala hingga masa tanggap darurat resmi berakhir.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor

Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor

Polri Antar Ratusan Dos Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Pulau Pemana Lewat Jalur Laut

Polri Antar Ratusan Dos Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Pulau Pemana Lewat Jalur Laut

Pasca Gempa Bumi, Polri Tetap Hadir Bantu Masyarakat

Pasca Gempa Bumi, Polri Tetap Hadir Bantu Masyarakat

Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Kasus Dokter Icha Penuhi Panggilan Polisi

Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Kasus Dokter Icha Penuhi Panggilan Polisi

Bertemu Uskup Agung Ende, Kapolda NTT dan Jajaran Sumbang Rp 100 Juta Untuk Bangun Kembali Gereja Katolik Terdampak Gempa

Bertemu Uskup Agung Ende, Kapolda NTT dan Jajaran Sumbang Rp 100 Juta Untuk Bangun Kembali Gereja Katolik Terdampak Gempa

Pasca Gempa, Balai Besar KSDA NTT Kembali Buka TWA di Flores Dengan Pembatasan

Pasca Gempa, Balai Besar KSDA NTT Kembali Buka TWA di Flores Dengan Pembatasan

Komentar
Berita Terbaru