Polres Manggarai Barat dan Ditpolairud Polda NTT Salurkan 2,5 Ton Logistik Bagi Korban Gempa Lewat Jalur Laut
digtara.com -Akses darat yang terkendala geografis tak menyurutkan langkah tim gabungan untuk menyapa warga korban gempa di ujung utara Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Misi diawali dengan apel kesiapan personel, armada dan sembako di Dermaga Marina Waterfront dipimpin Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang
AKBP Christian menegaskan, penjangkauan wilayah pesisir menjadi prioritas mendesak mengingat kendala aksesibilitas darat pascagempa dapat mengisolasi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
"Pendistribusian bantuan melalui jalur laut ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak, khususnya di wilayah pesisir Desa Bari dan Kampung Londar yang memiliki kendala aksesibilitas, mendapatkan bantuan logistik secara merata," ujar AKBP Christian Kadang pada Minggu malam.
KP Padar dan KP 2006 bertolak dari pelabuhan. Diatas kapal, sebanyak tujuh personel Satpolairud Polres Manggarai Barat dan 14 personel KP Padar bahu-membahu menjaga keselamatan tonan bantuan logistik selama lebih dari tiga jam melintasi lautan.
Baca Juga:Sekitar pukul 13.50 Wita, kapal patroli tiba di titik lepas pantai Desa Bari dan Kampung Londar, Desa Sarae Naru.
Dangkalnya perairan pesisir dan ketiadaan dermaga yang memadai bagi kapal besar memaksa tim memutar otak agar pasokan bantuan dapat mendarat dengan aman.
Proses pembongkaran muatan dimulai secara bergotong-royong memindahkan logistik dari kapal utama ke perahu-perahu kayu milik nelayan setempat.
Di bawah pengawalan ketat anggota Polsek Macang Pacar dan Satpolairud, estafet perahu kayu membawa bahan makanan menepi menembus ombak menuju posko pengungsian di halaman Kantor Desa Bari.
"Karena akses darat menuju kedua desa tersebut cukup sulit, penyaluran bantuan dialihkan melalui jalur laut menggunakan kapal patroli. Khusus untuk Kampung Londar yang berada di pulau terpisah tanpa dermaga kapal besar, proses pemindahan bantuan dibantu oleh kapal nelayan warga di tengah laut," ungkap AKBP Christian.
"Bantuan ini kami serahkan langsung kepada pihak pemerintah desa untuk selanjutnya dibagikan secara transparan, adil, dan merata kepada seluruh warga terdampak. Personel kami juga turut mengawal pengangkutan perahu hingga tiba di Posko Pengungsian Kantor Desa Bari," lanjut Kapolres.
Dalam operasi ini, total 2,5 ton bantuan berhasil disalurkan. Logistik tersebut mencakup 2,2 ton beras, 100 dus mie instan, 627 lembar selimut hangat, 92 renteng susu balita, minyak goreng, minyak telon, minyak kayu putih, hingga perlengkapan sanitasi wanita dan bayi.
Khusus warga Kampung Londar yang bermukim di wilayah kepulauan, sebanyak 100 paket sembako, 10 dus mie instan, 260 selimut hangat, serta pasokan susu dan biskuit balita diangkut menggunakan dua unit perahu nelayan yang dikawal langsung oleh personel Polsek Macang Pacar.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Manggarai Barat, Tim Polairud, serta Polda NTT. Bantuan beras, selimut, dan kebutuhan balita ini sangat berarti bagi warga kami yang saat ini masih bertahan di posko pengungsian," tutur Muhammad Takbir saat menerima secara simbolis bantuan tersebut.
Kepolisian menegaskan bahwa pemantauan jalur distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil di Manggarai Barat terus dilakukan secara berkala hingga masa tanggap darurat resmi berakhir.
Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor
Polri Antar Ratusan Dos Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Pulau Pemana Lewat Jalur Laut
Pasca Gempa Bumi, Polri Tetap Hadir Bantu Masyarakat
Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Kasus Dokter Icha Penuhi Panggilan Polisi
Bertemu Uskup Agung Ende, Kapolda NTT dan Jajaran Sumbang Rp 100 Juta Untuk Bangun Kembali Gereja Katolik Terdampak Gempa