Pasca Gempa Bumi, Polri Tetap Hadir Bantu Masyarakat
digtara.com -Dua pekan pasca gempa Flores, NTT, masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Masih ada ribuan warga yang masih bertahan di pengungsian dan proses pemulihan yang terus berjalan.
Baca Juga:
Data penanganan bencana Polda NTT per Sabtu (29/8/2026) pukul 15.00 Wita, sebanyak 144.520 warga masih berada di lokasi pengungsian yang tersebar pada 2.387 titik di tujuh kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, Sikka, Ende dan Ngada.
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada pendistribusian bantuan semata.
"Kehadiran personel harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan," tandasnya pada akhir pekan lalu.
Karena itu, kekuatan personel terus digerakkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman sekaligus pendampingan selama masa pemulihan.
Baca Juga:Polda NTT mengerahkan ribuan personel untuk mendukung operasi kemanusiaan. Kekuatan tersebut tersebar di tujuh wilayah terdampak, dilengkapi posko kepolisian, posko kesehatan dan posko trauma healing.
Data operasi mencatat 20 Posko Polri, sembilan Posko Kesehatan dan sembilan Posko Trauma Healing tersebar di wilayah terdampak.
Personel yang diterjunkan tidak hanya berasal dari Polda NTT dan Polres jajaran, tetapi juga diperkuat personel BKO dari berbagai satuan serta dukungan Mabes Polri dan Polda lain.
Tugas mereka di lapangan pun beragam. Ada yang mengamankan pengungsian, membantu memasang tenda, membersihkan lingkungan, menyelamatkan barang milik warga, mendistribusikan logistik, hingga memberikan pelayanan medis dan pendampingan psikologis.
Di Kampung Maki, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, misalnya, personel Subsatgas Samapta membantu memasang tenda bagi warga di Posko Mandiri.
Material bangunan seperti seng dan kayu yang masih layak digunakan juga diselamatkan agar dapat dimanfaatkan kembali oleh pemiliknya.
Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik. Rasa takut, kehilangan dan kecemasan juga menjadi persoalan yang harus ditangani.
Polda NTT kemudian menempatkan tim trauma healing di sejumlah wilayah pengungsian. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus.
Di Posko SDI Konggang, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, sebanyak 15 personel konselor Polres Manggarai memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak penyintas.
Baca Juga:
Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor
Polri Antar Ratusan Dos Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Pulau Pemana Lewat Jalur Laut
Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Kasus Dokter Icha Penuhi Panggilan Polisi
Bertemu Uskup Agung Ende, Kapolda NTT dan Jajaran Sumbang Rp 100 Juta Untuk Bangun Kembali Gereja Katolik Terdampak Gempa
Pasca Gempa, Balai Besar KSDA NTT Kembali Buka TWA di Flores Dengan Pembatasan