Pamit Cari Ikan, Warga Malaka Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Kali
digtara.com -Dominikus Seran (67), warga Dusun Raiksouk, Desa Leunklot, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, NTT ditemukan dalam Kali Motadelek, Desa Leunklot, Kecanatan Weliman, Kabupaten Malaka dalam keadaan meninggal dunia.
Baca Juga:
Dalam kesehariannya, korban setiap harinya sekitar pukul 09.00 wita berangkat dari rumah menuju ke kebunnya di Desa Biris, Kecamatan Wewiku dan biasanya pada pukul 11.00 wita korban selalu pulang ke rumah untuk makan siang.
Pada Kamis (20/8/2026) pagi, korban sempat memberitahukan anaknya Aplonia Seran kalau besoknya pada Jumat (21/8/2026) ia hendak menjala ikan di Kali Motadelek.
Jumat pagi sekitar pukul 09.00 Wita, korban berpamitan kepada anaknya untuk ke kebun dan akan menjala ikan di sekitar kali Motadelek.
Hingga pukul 17.30 wita, Aplonia menanyakan keberadaaan korban kepada anak-anaknya, Ice Leki dan Riska Leki.
Baca Juga:Namun keduanya tidak mengetahui keberadaan korban sehingga Aplonia mengajak kedua anaknya mencari korban ke kebun milik korban, namun mereka tidak menemukan korban.
Aplonia dan kedua anaknya kemudian mencari korban dengan cara menyusuri di sekitar Kali Motadelek karena Aplonia ingat kalau pada Kamis pagi korban sempat menyampaikan bahwa akan menjala ikan pada keesokan harinya.
Upaya pencarian membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.30 wita, mereka menemukan korban dalam keadaan mengapung dan sudah tidak bernyawa di permukaan air kolam kali Motadelek, Dusun Raiksouk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.
Aplonia kemudian menginformasikan kepada Kepala Desa Leunklot, Yulius Leki Seran sehingga Kepala Desa Leunklot langsung menyampaikan informasi penemuan mayat tersebut kepada Kapolsek Weliman.
Kapolsek Weliman, Ipda Xaverius Mere Gade bersama Piket SPKT Polsek Weliman mendatangi dan mengamankan TKP kemudian menyampaikan kejadian tersebut kepada pada Unit Identifikasi Polres Malaka untuk dilakukan olah TKP.
Saat itu jenazah korban ditemukan dalam posisi telungkup menghadap ke bawah di dalam air dengan kedalaman air sekitar kurang lebih 2,5 meter.
Jenazah korban dievakuasi dengan l mobil ambulance milik Puskesmas Weliman ke RSPP BETUN untuk visum et repertum oleh dokter.
Jenazah diperiksa dr. Sherlin Taolin dan ditemukan luka di beberapa bagian tubuh korban seperti gigitan binatang air.
Usai visum, dr. Sherlin Taolin menjelaskan kepada pihak keluarga korban, sehingga pihak keluarga korban menerima peristiwa kematian korban tersebut sebagai musibah.
Jenazah korban kemudian dibawa kembali ke rumah duka korban untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Baca Juga:Korban dipastikan meninggal dunia karena tenggelam pada saat menjala ikan di Kali Motadelek, Desa Leunklot, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.
Pihak keluarga diwakili adik kandung korban, Leonardus Bere dan anak kandung korban, Metriana Hoar Seran membuat surat pernyataan dan berita acara penolakan otopsi terhadap jenazah korban.
Dapur Lapangan Brimob NTT Siapkan Makanan Untuk Korban Gempa di Nagekeo
Penyidik Reskrim Polres Lembata Limpahkan Kasus Penganiayaan Pada Anak ke Kejaksaan
Hari Ketujuh Gempa NTT, Tim SAR Gabungan Evakuasi Udara Dua Korban Kritis di Manggarai Timur
Wapres Kunjungi Flores-NTT Bertemu Korban dan Warga Terdampak Gempa di Kabupaten Sikka
6.399 Unit Fasilitas dan Rumah Warga di Manggarai Barat Rusak Pasca Gempa, Korban Jiwa dan Pengungsi Mencapai 1.580 Orang