Pemerintah-Polri Data Warga Korban Gempa Flores dari Rumah Ke Rumah
Baca Juga:
Polisi bersama pemerintah desa dan kelurahan terus melakukan pendataan dan pemantauan. Dari rumah warga hingga lokasi pengungsian, dari jalan yang tertutup material hingga pelabuhan tambatan perahu yang terdampak, pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan terus diperbarui.
Di Pelabuhan Tambatan Perahu Ndete, Kecamatan Magepanda, misalnya, Kapospam Ndete melakukan peninjauan terhadap lokasi yang terdampak gempa sekaligus memberikan himbauan keselamatan kepada masyarakat.
Sementara itu, di Palue, kebutuhan yang disampaikan dari lapangan menjadi pesan yang tidak bisa diabaikan: obat-obatan, sembako, tenda dan tempat tidur darurat masih dibutuhkan.
Gempa mungkin telah berhenti menjadi satu peristiwa dalam hitungan detik. Namun bagi warga yang rumahnya roboh, jalan desanya terputus, tubuhnya terluka, atau kehilangan anggota keluarga, dampaknya baru saja dimulai.
Baca Juga:Sikka kini tidak hanya membutuhkan pendataan kerusakan. Yang lebih mendesak adalah memastikan bahwa setiap korban ditemukan, setiap wilayah terjangkau, setiap kebutuhan dasar terpenuhi, dan tidak ada warga yang dibiarkan menghadapi ancaman pasca bencana seorang diri.
Masih Banyak Korban Gempa Belum Terdata, Polda NTT Imbau Warga Laporkan ke Polisi
Kapal Polairud Dikerahkan Salurkan Bantuan Korban Gempa di Pulau Palue-Sikka
Update Gempa Flores: Total Korban Meninggal Jadi 68 Orang, Manggarai Terbanyak
Personel Mabes Polri dan 10 Anjing Pelacak Tiba di Ngada Jalankan Misi Kemanusiaan
Personel Mabes Polri dan 10 Anjing Pelacak Tiba di Ngada Jalankan Misi Kemanusiaan