Pemerintah-Polri Data Warga Korban Gempa Flores dari Rumah Ke Rumah
Baca Juga:
Dua korban disebut dirujuk menggunakan kapal cepat milik Satuan Polisi Air Polres Sikka dari Maumere.
Kerusakan menjalar ke Daratan Sikka karena dampak gempa tidak berhenti di Palue. Pendataan aparat pada Minggu, 16 Agustus 2026, menunjukkan kerusakan juga ditemukan di sejumlah wilayah daratan Kabupaten Sikka.
Di Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, sedikitnya 12 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.
Satu rumah berstatus rusak ringan, sementara 11 rumah lainnya rusak berat. Kerusakan dominan berupa tembok rumah yang ambruk, bahkan terdapat satu rumah dengan kerusakan pada tembok dinding sekaligus pagar. Dalam laporan tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Baca Juga:Di Desa Waturia, Kecamatan Magepanda, tiga warga dilaporkan mengalami kerusakan pada rumah mereka.
Dua rumah mengalami ambruknya bagian tembok, sedangkan satu rumah mengalami retakan pada ruang tamu dan ruang tengah.
Sementara di Kecamatan Alok dan Alok Barat, kerusakan tercatat di beberapa kelurahan. Di Kelurahan Kota Uneng, sebuah kios dan rumah milik Fransiskus Noven dilaporkan mengalami retak, sementara rumah Maria Fensi terdampak akibat pagar tembok yang ambruk.
Di Kelurahan Wolomarang, dinding rumah dan kamar milik Adel Gonda Nona roboh, sedangkan usaha batu merah milik Feryanus Ivon Je juga mengalami kerusakan.
Di Kelurahan Wailiti, lima titik terdampak dilaporkan mengalami kerusakan. Dinding rumah retak hingga roboh, dinding kamar mandi roboh, serta terdapat tiang rumah yang mengalami keretakan.
Dua diantaranya mengalami kerusakan rumah berupa tembok roboh, satu rumah mengalami retak, sementara dua warga lainnya mengalami cedera, termasuk seorang warga yang dilaporkan mengalami patah kaki.
Di Desa Gong Bekor, tiga warga juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bangunan rumah. Satu rumah mengalami tembok roboh, sementara dua lainnya mengalami kerusakan pada kamar mandi.
Jika seluruh titik pendataan dalam dua laporan tersebut dihimpun, tercatat sedikitnya 134 unit rumah/bangunan milik warga atau fasilitas usaha yang terdampak, diluar tiga fasilitas umum yang rusak berat di Desa Tuanggeo.
Angka ini merupakan akumulasi data yang dilaporkan oleh masing-masing petugas dan masih bersifat pendataan lapangan, sehingga belum dapat dianggap sebagai angka final keseluruhan Kabupaten Sikka.
Baca Juga:Ancaman gempa susulan juga mendorong sebagian warga meninggalkan rumah yang dinilai tidak aman.
Di Wairbor, RT 020/RW 003, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, aparat bersama lurah dan staf memantau lokasi pengungsian warga.
Di lokasi tersebut tercatat lima kepala keluarga dengan total 15 jiwa, terdiri dari dua balita, dua anak-anak, satu lansia dan 10 orang dewasa.
Situasi tersebut menggambarkan bahwa persoalan pascagempa bukan sekadar menghitung jumlah tembok yang roboh.
Ketika rumah kehilangan kelayakan untuk dihuni, warga membutuhkan tempat berlindung, makanan, air, obat-obatan, perlengkapan tidur dan jaminan keselamatan.
Masih Banyak Korban Gempa Belum Terdata, Polda NTT Imbau Warga Laporkan ke Polisi
Kapal Polairud Dikerahkan Salurkan Bantuan Korban Gempa di Pulau Palue-Sikka
Update Gempa Flores: Total Korban Meninggal Jadi 68 Orang, Manggarai Terbanyak
Personel Mabes Polri dan 10 Anjing Pelacak Tiba di Ngada Jalankan Misi Kemanusiaan
Personel Mabes Polri dan 10 Anjing Pelacak Tiba di Ngada Jalankan Misi Kemanusiaan