Kapolres Kupang Terima Berbagai Masukan dari Aktivis Perempuan dan Anak
Baca Juga:
"Polres Kupang tidak anti kritik. Masukan seperti ini justru menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat," demikian penekanan Kapolres dalam audiensi tersebut.
Para aktivis memberikan apresiasi terhadap sikap terbuka Kapolres Kupang dalam menerima audiensi dan mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang disampaikan.
Menurut mereka keterbukaan tersebut menunjukkan adanya respons positif terhadap isu-isu perempuan dan anak, khususnya dalam perspektif pelayanan hukum yang responsif gender.
Mereka berharap keterbukaan tersebut dapat dilanjutkan dalam bentuk langkah-langkah konkret untuk memperkuat pelayanan terhadap perempuan dan anak, termasuk memperbaiki mekanisme pelaporan, mempercepat proses penanganan perkara serta memperkuat sumber daya manusia pada unit PPA dan PPO.
Baca Juga:Disebutkan bahwa ersoalan perempuan dan anak tidak dapat ditangani hanya oleh kepolisian.
Dibutuhkan kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pendamping, organisasi masyarakat sipil, aktivis dan masyarakat.
Karena itu, audiensi tersebut diharapkan menjadi awal dari penguatan kerja sama antara Polres Kupang dengan lembaga pemerhati perempuan dan anak untuk menghadirkan pelayanan hukum yang lebih cepat, humanis, responsif gender dan berpihak pada korban.
Bagi para aktivis, keterbukaan ruang dialog seperti ini menjadi penting agar berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat tidak hanya menjadi keluhan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan kepolisian ke depan.
Lantik Kapolsek Kupang Tengah, Kapolres Kupang Titip Sejumlah Pesan ke Ipda Theorangga Enoch Aprathama Rohi
Pimpin Apel Perdana, Kapolres Kupang Beri Sejumlah Pesan dan Arah Kebijakan
Dibangun Sejak Januari 2026, Polres Kupang Kini Punya Ruangan Pelayanan PPA dan PPO
Kapolres Kupang Resmikan Sejumlah Fasilitas Saat HUT Bhayangkara Ke-80
Mantan Kapolres Kupang Jadi Direktur Reskrimsus Polda NTT