Jumat, 17 Juli 2026

Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen untuk Pulihkan Akses Warga Simalungun

Arie - Jumat, 17 Juli 2026 12:10 WIB
Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen untuk Pulihkan Akses Warga Simalungun
ist
Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen untuk Pulihkan Akses Warga Simalungun

digtara.com -Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus mengawal percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Salah satu fokus utama adalah pembangunan jembatan permanen di Desa Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silou, yang diharapkan dapat memulihkan akses transportasi dan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.

Baca Juga:

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang dipimpin Koordinator Wilayah Satgas PRR, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, bersama Tenaga Ahli Satgas PRR Agung DH dan Serda Muhammad Rafii Naadir, Selasa (15/7/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung progres pembangunan sekaligus memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai rencana melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

Ruas jalan di Dusun IV Bangun Baru, Desa Marubun Lokkung, terputus akibat longsor yang terjadi pada November 2025. Saat itu, Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih langsung meninjau lokasi dan menginstruksikan percepatan penanganan agar akses masyarakat segera pulih.

Meski pekerjaan darurat telah dilakukan, cuaca ekstrem yang masih berlangsung memicu longsor susulan sehingga jalan kembali rusak dan akses utama masyarakat kembali terputus.

Untuk mempertahankan mobilitas, warga bergotong royong membangun jembatan darurat yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Padahal sebelumnya jalur tersebut menjadi akses utama kendaraan roda empat dan truk pengangkut hasil perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga:

Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya, sehingga pemerintah daerah memutuskan membangun jembatan permanen.

Dalam kunjungan tersebut, Satgas PRR turut meninjau lokasi longsor dan jembatan darurat yang masih digunakan warga. Kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama BPBD Kabupaten Simalungun, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat untuk mengevaluasi progres pekerjaan dan mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan.

Pejabat Pembuat Komitmen BPBD Kabupaten Simalungun, Lusman Siagian, menjelaskan pembangunan jembatan permanen telah berlangsung sekitar enam bulan sejak status darurat bencana ditetapkan.

Menurutnya, proses pembangunan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari cuaca ekstrem, kerusakan akses menuju lokasi, hingga longsor susulan. Kondisi tersebut mengharuskan dilakukan penyesuaian desain konstruksi, termasuk perubahan panjang pemasangan box culvert dari sembilan meter menjadi 21 meter agar struktur jembatan lebih kokoh dan aman.

Selain mempercepat pembangunan jembatan permanen, pemerintah daerah juga akan membangun jalur pengalihan sementara (detour) dengan memanfaatkan lahan milik masyarakat agar konektivitas tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung. Sementara itu, jembatan darurat tetap difungsikan dengan mengedepankan aspek keselamatan bagi warga maupun pekerja.

Koordinator Wilayah Satgas PRR, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, menegaskan bahwa kehadiran Satgas PRR merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dalam memastikan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana.

"Saya ditunjuk sebagai Kepala Korwil dan bertanggung jawab hadir di lokasi untuk memastikan proses pembangunan dapat segera diselesaikan," ujar Fadjar.

Ia menambahkan, ruas jalan di Desa Marubun Lokkung memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung aktivitas ekonomi masyarakat sehingga penyelesaiannya tidak boleh tertunda.

Karena itu, Satgas PRR meminta BPBD segera merealisasikan jalur pengalihan sementara serta memperkuat koordinasi dengan Kodim 0207/Simalungun agar pelaksanaan pembangunan berjalan lebih efektif.

Satgas PRR juga memastikan akan terus mendampingi pemerintah daerah hingga pembangunan jembatan permanen selesai sesuai target, sehingga akses masyarakat kembali normal dan aktivitas ekonomi dapat pulih sepenuhnya.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru