Dua Wisatawan Asal China Meninggal Saat Snorkeling Di Perairan Kelor-Manggarai Barat
Baca Juga:
Sekitar pukul 12.00 Wita, korban GX ditemukan mengapung tak sadarkan diri oleh wisatawan lain.
Upaya pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (CPR) segera dilakukan di tepi pantai, namun nyawa perempuan berusia 29 tahun tersebut tidak tertolong.
Situasi berubah menjadi kepanikan massal saat menyadari bahwa sang suami, SG, yang sebelumnya berenang bersama korban pertama, menghilang dari permukaan air.
"Saat peristiwa terjadi, kedua korban tidak didampingi oleh pemandu wisata profesional berlisensi. Mereka hanya menerima pengarahan dari seorang siswa SMK yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan. Selain itu, kedua korban juga luput dari pengawasan saat berada di dalam air," jelas Kapolres.
Baca Juga:Anggota kepolisian dari Sat Polairud Polres Manggarai Barat turun ke lokasi kejadian bersama personil Polairud KP. Bima Baharkam Mabes Polri, personil Basarnas Labuan Bajo, personil Lanal Labuan Bajo, dan personil Syahbandar Labuan Bajo ke lokasi dipimpin Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung.
Tim mengevakuasi korban GX bersama siswa praktek dan crew kapal ke Labuan Bajo dan dibawa ke RSUD Komodo untuk visum dan identifikasi.
Sementara personil gabungan lainnya mencari korban SG yang tenggelam dan hilang saat snorkling di Pulau Kelor.
Sekitar pukul 16.45 wita, korban tenggelam, Sha Gingyang ditemukan di kedalaman 32 meter di perairan Pulau Kelor dan langsung dievakuasi ke Labuan Bajo.
Diperoleh informasi kalau kedua korban pasangan suami istri sebelumnya bersnorkling dari dari arah perairan bagian barat Pulau Kelor dan ditemukan tenggelam di bagian timur perairan Pulau Kelor.
Diduga dua WNA China ini tenggelam karena terbawa arus dan kelelahan ditambah lagi tidak mengenakan life jacket dan tidak ada crew atau guide yang mendampinginya
"Diduga kuat, kedua korban terseret arus laut yang kencang dari sisi barat pulau hingga mengalami kelelahan ekstrem. Jasad SG pun segera dievakuasi menuju RSUD Komodo guna menyusul sang istri," papar AKBP Christian Kadang.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menyampaikan duka mendalam sekaligus menegaskan sikap hukum kepolisian yang tidak akan menoleransi kelalaian dalam prosedur keselamatan wisata.
"Atas nama Kepolisian Resor Manggarai Barat dan seluruh elemen masyarakat Labuan Bajo, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan Pemerintah Republik Rakyat China atas musibah yang sangat memprihatinkan ini," ungkap AKBP Christian.
Baca Juga:
Tim URC Resmob Komodo Polres Manggarai Barat Bekuk Tiga Pelaku Persetubuhan Anak
14 WNA Uzbekistan Over Stay, Kantor Imigrasi Dalami Dugaan TPPM
Berkas Lengkap, Tersangka Kekerasan Seksual Pada Anak di Manggarai Barat Dilimpahkan ke Kejaksaan
Belasan WNA Uzbekistan Terdampar di Kampung Air Panas-Pantar Kabupaten Alor
Anggota Polsek Rote Barat Diadukan Ke Propam Mabes Atas Dugaan Intimidasi dan Usir Pemilik Seed Resort Rote Ndao