Minggu, 27 September 2026

Keluarga Desak Tanggung Jawab Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Atas Kematian Dokter Icha

Imanuel Lodja - Sabtu, 27 Juni 2026 10:50 WIB
Keluarga Desak Tanggung Jawab Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Atas Kematian Dokter Icha
ist
Gabriel Pakaenoni, ayah dokter Icha

digtara.com -Gabriel Pakaenoni, ayah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha menuding tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi penyebab meninggalnya putrinya.

Baca Juga:

Pernyataan itu disampaikan usai misa requiem di rumah duka di Blok F/19, Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/6/2026) dini hari.

Di hadapan keluarga dan para pelayat, Gabriel tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan duka mendalam atas kepergian putri sulungnya.

"Saya barusan menelepon Ketua DPRD Kabupaten TTU bahwa tiga anggota dewan itu telah mengakhiri hidup anak saya," ujar Gabriel.

Usai menyampaikan pernyataan itu, Gabriel memeluk jenazah putrinya sambil menangis sebelum dipapah keluarga untuk beristirahat.

Paman almarhumah, Fabianus B. Banase, menyebut dr. Icha mengalami trauma berat setelah diduga mendapat intimidasi dari anggota DPRD TTU Therensius Lazakar (Golkar), Norbertus Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDI Perjuangan) saat bertugas di RS Leona Kefamenanu.

Baca Juga:
Menurut Fabianus, hasil pemeriksaan di Klinik Dewanta Mental Health Care menunjukkan dr. Icha didiagnosis mengalami depresi berat.

"Dia bilang, 'Bapak, saya pulang Kefa jumpa tiga orang ini lagi saya trauma'," katanya.

Keluarga meminta kasus tersebut diproses secara hukum serta mendesak pimpinan DPRD TTU, partai politik, IDI, dan Pemerintah Kabupaten TTU mengambil langkah tegas untuk melindungi tenaga kesehatan.

Peristiwa itu bermula pada 13 Juni 2026 saat dr. Icha menangani pasien anak korban gigitan ular di RS Leona Kefamenanu.

Keluarga almarhumah menyebut tiga anggota DPRD mendatangi rumah sakit dan melakukan intimidasi karena pasien belum mendapat anti venom, meski dr. Icha telah menjelaskan penanganan medis dilakukan sesuai prosedur dan arahan dokter spesialis.

Therensius dan Norbertus membantah melakukan intimidasi. Keduanya mengakui sempat berbicara dengan nada tinggi karena panik sebagai keluarga pasien, namun menegaskan tidak pernah mengancam atau mengintervensi tindakan medis.

Hingga kini, Veronika Lake belum memberikan tanggapan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
DPRD Dan Pemkab Alor Sahkan Ranperda Perubahan APBD TA 2026 dan Ranperda Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak

DPRD Dan Pemkab Alor Sahkan Ranperda Perubahan APBD TA 2026 dan Ranperda Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak

Dua Siswi Sekolah Dasar di Kabupaten TTU Tenggelam dan Meninggal Dalam Bak Penampung

Dua Siswi Sekolah Dasar di Kabupaten TTU Tenggelam dan Meninggal Dalam Bak Penampung

Kabur ke Kabupaten Tetangga, Mahasiswa Pelaku Pencuriaan Dengan Pemberatan di Malaka Diamankan di Kabupaten TTU

Kabur ke Kabupaten Tetangga, Mahasiswa Pelaku Pencuriaan Dengan Pemberatan di Malaka Diamankan di Kabupaten TTU

Pulang Pesta dan Tabrak Trotoar, Wartawan di Kabupaten TTU Meninggal Dunia

Pulang Pesta dan Tabrak Trotoar, Wartawan di Kabupaten TTU Meninggal Dunia

Polda NTT Limpahkan Berkas Perkara Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Verbal Dokter Icha ke Kejaksaan

Polda NTT Limpahkan Berkas Perkara Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Verbal Dokter Icha ke Kejaksaan

Perkara Masuk Tahap I, Viktor Manbait dan Tim Tak Lagi Jadi Kuasa Hukum Dokter Icha

Perkara Masuk Tahap I, Viktor Manbait dan Tim Tak Lagi Jadi Kuasa Hukum Dokter Icha

Komentar
Berita Terbaru