Polda NTT Matangkan Operasi Patuh Turangga 2026
digtara.com -Polda NTT bakal menggelar operasi Patuh Turangga 2026 mulai awal pekan depan.
Baca Juga:
Latpraops ini sebagai langkah mempersiapkan personel agar siap menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan efektif.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Ditlantas Polda NTT dipimpin Direktur Lantas Polda NTT Kombes Pol Dedy Eka Jaya Helmi serta diikuti seluruh personel yang terlibat dalam Surat Perintah Operasi Patuh Turangga 2026.
Operasi kali ini mengusung tema "Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas".
Latpraops digelar untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta menyamakan persepsi personel dalam pelaksanaan operasi di lapangan.
Baca Juga:Dirlantas Polda NTT, Kombes Pol Dedy Eka Jaya Helmi mengatakan bahwa latihan pra operasi merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sebelum operasi dimulai.
"Latpraops ini dilaksanakan agar seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terkait sasaran, pola bertindak, hingga mekanisme penegakan hukum selama Operasi Patuh Turangga 2026. Dengan kesiapan yang baik, diharapkan pelaksanaan operasi dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujarnya.
Operasi Patuh Turangga 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai tanggal 8 hingga 21 Juni 2026, secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda NTT.
Operasi melibatkan Polda NTT dan Polres jajaran dengan dukungan instansi terkait.
Tujuan utama operasi ini adalah menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, kecelakaan lalu lintas, angka fatalitas korban kecelakaan, sekaligus meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas menjelang Hari Bhayangkara tahun 2026.
Sasaran operasi meliputi berbagai potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang berkaitan dengan pelanggaran Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berpotensi menimbulkan ketidaktertiban lalu lintas.
Beberapa pelanggaran yang menjadi perhatian antara lain penggunaan telepon seluler saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI maupun sabuk keselamatan, mengemudi dalam pengaruh alkohol, melawan arus, hingga melebihi batas kecepatan.
Dirlantas mengungkapkan bahwa kondisi geografis NTT yang didominasi jalan berkelok, kawasan pegunungan, tanjakan, tikungan tajam, serta sejumlah ruas jalan yang rawan longsor dan kecelakaan menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas.
"Kondisi geografis NTT membutuhkan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi dari para pengguna jalan. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," katanya.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Turangga 2026 akan mengedepankan pendekatan preemtif melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, preventif melalui pengaturan lalu lintas di titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, serta penegakan hukum yang profesional dan humanis melalui tilang manual maupun ETLE mobile dan statis.
Dirlantas juga memaparkan hasil evaluasi operasi Patuh Turangga 2025 yang menunjukkan adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 23 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga:Jumlah korban meninggal dunia turun 44 persen dan korban luka berat turun 40 persen.
Capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan di bidang lalu lintas.
"Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat terus ditekan. Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tugas kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama," tegas Kombes Pol Dedy Eka Jaya Helmi.
Melalui Operasi Patuh Turangga 2026, Polda NTT berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas yang semakin kuat sehingga mampu mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur menuju Indonesia Emas 2045.
Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kriminal, Polda NTT Ungkap 76 Kasus Kejahatan Konvensional
Persoalan Antara Anggota Brimob dan Warga Alor Berujung Damai, Korban Pilih Cabut Laporan Polisi
Pelatihan USEFT, Cara Kapolda NTT Bantu anggota Polri Atasi Masalah Mental dan Emosional
Polda NTT Dukung Penuh Segala Kegiatan Keagamaan dan Siap Beri Pengamanan
Tim Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Polri dalam Ketahanan Pangan di NTT