Selasa, 19 Mei 2026

Sempat Buron, DPO Kasus Bom Ikan Ditangkap Ditpolairud Polda NTT di Lembata

Imanuel Lodja - Selasa, 19 Mei 2026 18:03 WIB
Sempat Buron, DPO Kasus Bom Ikan Ditangkap Ditpolairud Polda NTT di Lembata
ist
Umar, DPO kasus bom ikan saat diamankan polisi.

digtara.com -Sempat menjadi buronan, Umar (42) akhirnya diamankan polisi pada Senin (18/5/2026) malam sekitar pukul 20.30 Wita.

Baca Juga:

Umar, nelayan yang juga warga RT 13/RW 04, Parumaan, Kecamatan Alok Timur, kabupaten Sikka, NTT diamankan tim markas unit (Marnit) Ditpolairud wilayah Lembata.

Saat itu personil kapal P. Solor dan anggota Polsek Buyasuri, Polres Lembata mengamankan Umar yang berada pada wilayah Kalikur - Kabupaten Lembata.

Umar kemudian diamankan di Marnit Polairud Lembata dan dibawa ke Marnit Polairud Sikka untuk diproses lebih lanjut oleh penyidik Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT.

Umar masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT.

Umar menjadi DPO terkait dugaan tindak pidana penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan di wilayah perairan Kabupaten Sikka.

Baca Juga:
DPO tersebut diterbitkan berdasarkan nomor DPO/01/VI/2026/Ditpolairud, tanggal 12 Mei 2026.

Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution menyebutkan kalau pada 17 Januari 2026, tim KP P Sukur XXII 3007 hendak mengamankan Umar yang merupakan pelaku penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Perumaan.

Namun pelaku melarikan diri. Sempat dilakukan pengejaran, namun pelaku tidak berada lagi di tempat domisilinya.

Perkara tersebut ditangani oleh Ditpolairud Polda NTT.

Kemudian dilakukan gelar perkara awal sehingga kasusnya ditingkatkan ke penyidikan oleh penyidik Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT.

Penyidik melakukan pengumpulan alat bukti dan sudah melakukan panggilan resmi sebanyak dua kali sebagai saksi.

Namun pelaku tidak hadir selama dua kali panggilan. "Diundang dua kali tapi pelaku tidak hadir," ujar Direktur Polairud Polda NTT.

Polisi juga telah membawa barang bukti bom rakitan yang ditinggalkan di tempat kejadian untuk diperiksa pada Bidlabfor Polda Bali.

"Hasilnya, barang bukti tersebut positif merupakan bahan peledak," tambahnya.

Pada 17 April 2026, Umar ditetapkan sebagai tersangka dan kembali dilakukan pemanggilan resmi sebagai tersangka sebanyak dua kali namun tidak hadir.

Baca Juga:
Selanjutnya pada 12 Mei 2026, penyidik Subditgakkum Ditpolairud menerbitkan DPO atas nama Umar dan membentuk tim untuk mulai mengejar dan mencari keberadaan DPO Umar.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Siswa SMP Adhyaksa 2 Kupang Diingatkan Bijak dalam Bermedia Sosial

Siswa SMP Adhyaksa 2 Kupang Diingatkan Bijak dalam Bermedia Sosial

Direktur Reskrimum Polda NTT Bahas Penyelesaian Konflik Agraria Dengan Komisi III DPR RI

Direktur Reskrimum Polda NTT Bahas Penyelesaian Konflik Agraria Dengan Komisi III DPR RI

Muncul Modus Baru Kekerasan Seksual Verbal Melalui Medsos, Polda NTT Satu Orang Pelaku

Muncul Modus Baru Kekerasan Seksual Verbal Melalui Medsos, Polda NTT Satu Orang Pelaku

Buka Rakernis Humas, Karo SDM Polda NTT Minta Humas Jadi Garda Terdepan Bangun Kepercayaan Publik

Buka Rakernis Humas, Karo SDM Polda NTT Minta Humas Jadi Garda Terdepan Bangun Kepercayaan Publik

Nelayan Korban Musibah Laut di Manggarai Barat Dapat Dukungan Polres Manggarai Barat

Nelayan Korban Musibah Laut di Manggarai Barat Dapat Dukungan Polres Manggarai Barat

Polres Flores Timur, Kupang Kota dan Malaka Jadi Polres Paling Aktif dan Inovatif Kelola Informasi Publik

Polres Flores Timur, Kupang Kota dan Malaka Jadi Polres Paling Aktif dan Inovatif Kelola Informasi Publik

Komentar
Berita Terbaru