Tersisa 45 Catar Akpol di Panda Polda NTT
digtara.com -Puluhan peserta penerimaan seleksi terpadu Polri tahun 2026 di Panitia Daerah (Panda) Polda NTT untuk jalur taruna/i Akademi Kepolisian (Akpol) mengikuti tahapan berikutnya.
Baca Juga:
Tes psikologi CAT dilakukan di SMAN 3 Kupang dipantau Ketua tim (Katim) Psikologi, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution.
Pelaksanaan ujian juga diawasi oleh pengawas eksternal dan HIMPSI Kupang serta pengawas internal dari Bid Propam dan Itwasda Polda NTT.
Baca Juga:Dari proses ujian ini, sebanyak 45 orang memenuhi syarat karena memperoleh nilai ujian diatas 61. Mereka terdiri dari 41 orang peserta pria dan empat orang peserta wanita.
Sementara 10 orang tidak memenuhi syarat karena mendapatkan nilai dibawah 61 terdiri dari delapan orang pria dan dua orang wanita.
Peserta yang tidak memenuhi syarat langsung mendapatkan konseling dari tim psikologi dari bagian psikologi Biro SDM Polda NTT.
Sebelumnya ada 83 peserta seleksi Catar Akpol Panitia Daerah (Panda) Polda NTT mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap I, Kamis (9/4/2026).
Pemeriksaan kesehatan I ini dipusatkan di gedung Cempaka dan Hemodialisa rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
Baca Juga:Pemeriksaan mencakup pemeriksaan fisik, tinggi dan berat badan, THT, gigi, visus mata, tekanan darah dan denyut nadi serta tes buta warna.
Dari 83 peserta, dua orang peserta pria tidak hadir karena mengundurkan diri. Tersisa hanya 81 peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan I terdiri dari 70 orang peserta pria dan 11 orang peserta wanita.
55 orang peserta ini akan mengikuti tahapan selanjutnya yakni ujian CAT psikologi pada akhir bulan April mendatang.
Wakapolda NTT, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo memantau langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tahap I seleksi Catar Akpol.
Baca Juga:Wakapolda NTT didampingi Kabid Dokkes Polda NTT, AKBP dr. Herry Purwanto dan Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra serta Kasubbid Paminal Bid Propam Polda NTT.
Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo juga menyempatkan diri berdialog dengan para peserta. Ia memberikan motivasi agar seluruh calon taruna tetap percaya diri, menjaga kesehatan, dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan kemampuan sendiri.
Wakapolda NTT menaruh perhatian serius terhadap pelaksanaan seleksi penerimaan anggota Polri agar berlangsung bersih dan bebas dari praktik kecurangan.
"Tidak boleh ada permainan ataupun penyimpangan dalam proses seleksi," ujar Wakapolda NTT.
Baca Juga:Wakapolda juga menegaskan kepada seluruh panitia untuk menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku dan tidak memberi ruang sedikitpun terhadap praktik titipan maupun intervensi.
Kabid Humas Polda NTT menyebutkan kalau pengawasan langsung yang dilakukan pimpinan Polda NTT merupakan bentuk komitmen institusi untuk menghasilkan calon Taruna Akpol yang benar-benar berkualitas, sehat jasmani, serta memiliki integritas.
Seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan tahap I diawasi pengawas eksternal dan pengawas internal dari Bid Propam Polda NTT dan Itwasda Polda NTT.
Baca Juga:Hasil pemeriksaan kesehatan langsung diumumkan karena proses seleksi menerapkan sistem one day service.
Bagi peserta yang tidak memenuhi syarat kesehatan diberikan catatan yang menerangkan alasan medis.
Mereka pun langsung berkonsultasi dengan dokter tentang alasan tidak memenuhi syarat kesehatan serta pendampingan psikologi dari anggota Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT.
Sejumlah peserta dan orang tua menyatakan puas dengan sistem pemeriksaan kesehatan karena dilakukan secara transparan dan hasilnya langsung diumumkan.
700 Calon Bintara Polri Tahun 2026 Gugur Pemeriksaan Kesehatan I
Tersangka Anak Diserahkan ke Jaksa, Dua Tersangka Lain Menunggu Petunjuk Jaksa
Dilatih Polres Rote Ndao Selama Dua Pekan, Puluhan Satpam Siap Bekerja
Polsek Kota Lama Limpahkan Tersangka Kasus Pengancaman ke JPU
Komisi III DPR RI Apresiasi Dedikasi Kapolda NTT Wujudkan Penegakan Hukum Yang Sejuk