Selasa, 21 April 2026

Pembatasan Kuota Turis di TNK Labuan Bajo Dapat Penolakan

Imanuel Lodja - Selasa, 21 April 2026 15:00 WIB
Pembatasan Kuota Turis di TNK Labuan Bajo Dapat Penolakan
net
Pembatasan Kuota Turis di TNK Labuan Bajo Dapat Penolakan

digtara.com -Sejumlah pengusaha pariwisata mempertanyakan dan memprotes pembatasan kunjungan turis atau wisatawan jauh sebelum kebijakan itu diberlakukan.

Baca Juga:

Ketua DPD ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) NTT, Oyan Kristian menyampaikan kalau pelaku industri pariwisata telah menyampaikan keberatan dan meminta alasan terkait pembatasan 1.000 turis per hari ke Taman Nasional (TN) Komodo.

Keberatan ini disampaikan dalam pertemuan sebelum kebijakan itu diterapkan.

Oyan mengungkap audiensi sebelumnya dilakukan dengan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) dan ASITA Manggarai Raya di Labuan Bajo pada Januari 2026 lalu.

Baca Juga:
Ia mengaku pertemuan itu bersifat tertutup pasca insiden tenggelamnya Kapal Putri Sakinah.

Dalam audiensi tersebut, ASITA mengusulkan sistem buka-tutup parsial agar aktivitas pariwisata tidak lumpuh total.

Namun, terkait kuota 1.000 wisatawan per hari, kata dia, ASITA mengaku belum mendapatkan penjelasan berbasis data dari BTNK pasca pertemuan tersebut.

"Kami sudah minta penjelasan, tapi tidak ada data akurat soal tingkat kerusakan atau kebutuhan recovery. Angka seribu itu hanya disebut untuk mempermudah perhitungan," ungkapnya.

Oyan sendiri setuju dengan upaya konservasi dan perlindungan kawasan TN Komodo namun pihaknya memerlukan kajian yang jelas dan transparan.

"Kami ingin tahu apa dasar penetapan kuota seribu orang per hari itu," ujarnya.

Baca Juga:
Kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini akan memengaruhi arus kunjungan pada ikon pariwisata NTT ini.

Hal ini berbanding terbalik dengan promosi besar-besaran yang telah dilakukan selama 5–10 tahun terakhir termasuk oleh Kementerian Pariwisata sendiri.

"Jadi tidak mudah tiba-tiba menerapkan pembatasan seperti ini. Jangan sampai kebijakan yang satu justru membunuh target kebijakan lainnya," tegasnya.

ASITA NTT mengusulkan agar akses pembelian tiket masuk TN Komodo melalui aplikasi SiOra diprioritaskan bagi pelaku usaha pariwisata lokal.

Menurut Oyan, langkah ini penting agar perputaran ekonomi tetap berpihak pada pelaku di NTT namun bila

"Kalau agen travel yang beli tiket itu berizin di NTT, maka pajaknya masuk ke daerah. Dampaknya langsung terasa bagi pendapatan daerah," tambahnya.

Baca Juga:
ASITA berharap Balai TN Komodo mempertimbangkan masukan tersebut dan mengkajinya lagi agar kebijakan pembatasan kuota ini tetap seimbang antara konservasi dan keberlanjutan ekonomi pariwisata.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sempat Berpindah Kapal, Barang Hilang Milik Wisatawan Asing Di Labuan Bajo Ditemukan Kembali

Sempat Berpindah Kapal, Barang Hilang Milik Wisatawan Asing Di Labuan Bajo Ditemukan Kembali

Satwa Komodo Hendak Dijual ke Thailand, Polisi Tangkap Dua Pelaku di Manggarai Timur-NTT

Satwa Komodo Hendak Dijual ke Thailand, Polisi Tangkap Dua Pelaku di Manggarai Timur-NTT

Ditemukan Warga Dalam Pondok, BBKSDA NTT Lepasliarkan Anakan Komodo Ke Habitat Alami

Ditemukan Warga Dalam Pondok, BBKSDA NTT Lepasliarkan Anakan Komodo Ke Habitat Alami

Aipda Arkadius Modestus Arno Rela Berlutut Cegah Pertumpahan Darah Dalam Aksi Massa di Manggarai

Aipda Arkadius Modestus Arno Rela Berlutut Cegah Pertumpahan Darah Dalam Aksi Massa di Manggarai

Penyu Sisik Diamankan Personel Direktorat Polairud Polda NTT

Penyu Sisik Diamankan Personel Direktorat Polairud Polda NTT

Berkas Perkara P21, Polres Manggarai Barat Segera Limpahkan Tersangka Tenggelamnya KM Putri Sakinah ke Kejaksaan

Berkas Perkara P21, Polres Manggarai Barat Segera Limpahkan Tersangka Tenggelamnya KM Putri Sakinah ke Kejaksaan

Komentar
Berita Terbaru