Rabu, 08 April 2026

Aksi Bom Ikan di Perairan Maumere Digagalkan Anggota Ditpolairud Polda NTT dan Dua Nelayan Diamankan

Imanuel Lodja - Rabu, 08 April 2026 15:49 WIB
Aksi Bom Ikan di Perairan Maumere Digagalkan Anggota Ditpolairud Polda NTT dan Dua Nelayan Diamankan
ist
Aparat Ditpolairud Polda NTT saat mengamankan kapal nelayan dalam kaitan dengan aksi bom ikan di perairan Maumere

digtara.com -Aparat keamanan dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT menggagalkan aksi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom rakitan di perairan Desa Haewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga:

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua nelayan bersama ratusan ekor ikan hasil pengeboman serta sejumlah barang bukti lainnya.

Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal saat personel KP P. Sukur XXII-3007 melaksanakan patroli rutin dari Pelabuhan Wuring menuju perairan pesisir Maumere, Kabupaten Sikka.

Sekitar pukul 08.00 Wita, personel Ditpolairud Polda NTT melihat sebuah perahu motor warna biru, putih dan kuning yang diawaki dua orang sedang berlabuh di perairan Desa Haewuli.

Baca Juga:
"Saat dilakukan pemeriksaan, keduanya mengaku sedang memperbaiki mesin perahu yang rusak," kata Kombes Pol Irwan Deffi Nasution pada Rabu (8/4/2026).

Namun, petugas menaruh curiga karena diatas perahu tidak ditemukan alat tangkap ikan seperti biasa.

Petugas justru menemukan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk aktivitas pengeboman ikan, antara lain kompresor, kacamata selam, sepatu selam, sarung tangan, korek api, rokok, ember, toples plastik dan tas.

"Karena gerak-gerik keduanya mencurigakan, anggota kemudian melakukan wawancara secara terpisah. Dari situ kedua nelayan mengakui telah melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom rakitan," ujarnya.

Kedua nelayan yang diamankan diketahui berinisial AB (48), warga Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka dan I (27), warga Desa Kojagete, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Setelah pengakuan tersebut, personel Ditpolairud langsung melakukan penyelaman di sekitar lokasi dan menemukan ratusan ikan mati akibat ledakan bom.

Baca Juga:
"Tim kemudian mengangkat seluruh ikan yang mati dan mengamankan barang bukti. Total terdapat 333 ekor ikan hasil pengeboman yang ditemukan di lokasi," jelas Direktur Polairud.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Personil Polres Rote Ndao dan Brimob Polda NTT Penyelamat Paus Pilot Dapat Penghargaan dari Kapolda NTT

Personil Polres Rote Ndao dan Brimob Polda NTT Penyelamat Paus Pilot Dapat Penghargaan dari Kapolda NTT

Kapolda NTT Bantu Perahu dan Perlengkapan Sekolah Bagi Siswa di Selatan Indonesia

Kapolda NTT Bantu Perahu dan Perlengkapan Sekolah Bagi Siswa di Selatan Indonesia

LBH APIK-Polda NTT Pimpin Gerakan Bersama Lawan Kekerasan Perempuan dan Anak

LBH APIK-Polda NTT Pimpin Gerakan Bersama Lawan Kekerasan Perempuan dan Anak

Hadiri Festival Paskah 2026, Kapolda NTT Sambut Kunjungan Wapres di Kupang

Hadiri Festival Paskah 2026, Kapolda NTT Sambut Kunjungan Wapres di Kupang

Mengaku Dikeroyok Saat Antar Makanan, Lurah Tode Kiser Buat Laporan Polisi ke Polda NTT

Mengaku Dikeroyok Saat Antar Makanan, Lurah Tode Kiser Buat Laporan Polisi ke Polda NTT

Personil Polairud Polda NTT Dan Polresta Kupang Kota Amankan Prosesi Paskah di Laut

Personil Polairud Polda NTT Dan Polresta Kupang Kota Amankan Prosesi Paskah di Laut

Komentar
Berita Terbaru