Minggu, 29 Maret 2026

Tinggalkan Surat Untuk Ibu, Siswa Sekolah Dasar di Ngada Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Imanuel Lodja - Selasa, 03 Februari 2026 07:58 WIB
Tinggalkan Surat Untuk Ibu, Siswa Sekolah Dasar di Ngada Ditemukan Meninggal Gantung Diri
ist
Tinggalkan Surat Untuk Ibu, Siswa Sekolah Dasar di Ngada Ditemukan Meninggal Gantung Diri

digtara.com -Seorang remaja pria di Kabupaten Ngada, NTT, YBR (10) ditemukan meninggal dengan posisi tergantung pada pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:

Korban yang juga siswa kelas IV Sekolah Dasar ditemukan di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Pohon cengkeh tempat korban yang juga warga Kampung Boloji, Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada gantung diri ini berada di kebun milik WN yang juga nenek korban di Dusun IV, Desa Nenowea.

"Benar, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung pada pohon cengkeh. Diduga kuat ini merupakan peristiwa gantung diri," ujar Humas Polres Ngada, Ipda Benny Pisot pada Senin (2/2/2026).

Baca Juga:
Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh KD alias Kornelis (59), warga dusun Tiwungebu, Desa Nenowae, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada..

Ia hendak mengikat ternak kerbau di sekitar pondok milik nenek korban.

KD pun ke pondok untuk menyampaikan kepada nenek korban kalau ia menitip kerbau yang diikat tersebut.

Namun namun sebelum tiba di pondok, KD melihat korban sudah dalam kondisi tergantung

KD langsung berlari ke arah jalan dan berteriak meminta tolong sehingga warga masyarakat berdatangan.

Warga juga menelepon petugas keamanan di Pospol Jerebuu dan Posramil Jerebuu.

Baca Juga:
Sebelumnya sekitar pukul 08.00 Wita, GK alias Gregorius (35) dan RB alias Rofina (34) hendak ke kebun untuk bertani.

Keduanya menemukan korban berada di Bale-Bele (tempat duduk yang terbuat dari bahan bambu) sedang belajar.

Gregorius sempat menanyakan keberadaan nenek korban kepada dan korban menjawab kalau sang nenek ada di tetangga.

Gregorius juga menanyakan alasan korban tidak ke sekolah. Korban masih menjawab sebelum Gregorius dan Rofina melanjutkan perjalanannya ke kebun.

Ibu kandung korban MGT (47) yang tinggal di dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada mengaku kalau pada malam hari sebelum kejadian. korban beristirahat bersama ibunya.

Saat itu korban sempat menyampaikan kepada ibunya kalau kepala korban sakit dan merasa pusing.

Ibu korban menasihati korban agar tidak sering mandi air hujan, karena menyebabkan sakit.

Baca Juga:
Keesokan harinya pada pagi hari, ibu korban membangunkan korban untuk pergi ke pondok nenek korban dan bersiap berangkat ke sekolah, karena pakaian seragam sekolah korban berada di pondok neneknya.

Namun, korban menyampaikan kalau ia ke sekolah karena masih sakit kepala.

Ibu korban menegaskan agar korban harus tetap ke sekolah, karena korban telah beberapa kali tidak masuk sekolah dalam minggu tersebut.

Ibu korban menahan ojek dan menitipkan korban kepada pengemudi ojek untuk diantar ke pondok nenek korban.

Sebelum korban dititipkan kepada pengemudi ojek, ibu korban sempat menasihat korban, agar rajin masuk sekolah, karena kondisi ekonomi keluarga terbatas dan mencari uang tidak mudah.

Polisi dari Polres Ngada langsung ke lokasi kejadian begitu mendapat laporan.

Baca Juga:
Dari hasil olah TKP, korban ditemukan pada posisi tergantung pada salah satu dahan pohon cengkeh dengan kondisi leher terikat dua utas tali nilon warna hijau.

Petugas juga menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang menggunakan bahasa daerah Bajawa yang di perkirakan ditulis oleh korban.

Surat pada kertas putih bergaris berisi tulisan :

KERTAS TII MAMA RETI

MAMA GALO ZEE

MAMA MOLO JA'O

Baca Juga:
GALO MATA MAE RITA EE MAMA

MAMA JAO GALO MATA

MAE WOE RITA NE'E GAE NGAO EE

MOLO MAMA

Baca Juga:
yang artinya :

KERTAS BUAT MAMA RETI

MAMA SAYA PERGI DULU

MAMA RELAKAN SAYA PERGI (MENINGGAL)

JANGAN MENANGIS YA MAMA

MAMA SAYA PERGI (MENINGGAL)

Baca Juga:
TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA

SELAMAT TINGGAL MAMA

Dibawah tulisan tangan ini ada gambar dengan emoji menangis.

Olah TKP dipimpin Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Ngada oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Ngada.

Jenazah korban diturunkan dari dahan pohon sambil melelas ikatan tali pada leher korban.

Kemudian jenazah korban dibawa ke Puskesmas Dona Jerebuu untuk Visum Et Repertum.

Baca Juga:
Polisi pun memasang police line di sekitar lokasi kejadian dan mengamankan barang bukti tali nilon, baju korban dan kertas berisikan tulisan/pesan berbahasa daerah Ngada.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pamit Ke Istri, Pria Di Manggarai Malah Ditemukan Tewas Gantung Diri Dengan Ikat Pinggang

Pamit Ke Istri, Pria Di Manggarai Malah Ditemukan Tewas Gantung Diri Dengan Ikat Pinggang

Curi Kain Adat, Pria di Ngada Diamankan Polisi

Curi Kain Adat, Pria di Ngada Diamankan Polisi

Pamit Jualan Ke Pasar, Petani Di Sumba Timur Malah Ditemukan Tewas Gantung Diri

Pamit Jualan Ke Pasar, Petani Di Sumba Timur Malah Ditemukan Tewas Gantung Diri

Dua Sepeda Motor di Ngada Tabrakan, Satu Warga Meninggal Dunia

Dua Sepeda Motor di Ngada Tabrakan, Satu Warga Meninggal Dunia

Truk Yang ditumpangi Masuk Got di Manggarai Barat, Pelajar Asal Kabupaten Ngada Tewas Terjepit

Truk Yang ditumpangi Masuk Got di Manggarai Barat, Pelajar Asal Kabupaten Ngada Tewas Terjepit

Pelajar Pria di Manggarai Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri Dalam Dapur Asrama

Pelajar Pria di Manggarai Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri Dalam Dapur Asrama

Komentar
Berita Terbaru