Rabu, 10 Juni 2026

Empat Warga Di Sabu Raijua Meninggal Dunia Diduga Infeksi Virus Leptospirosis, Satu Warga Dirawat Intensif

Imanuel Lodja - Selasa, 24 Maret 2026 16:17 WIB
Empat Warga Di Sabu Raijua Meninggal Dunia Diduga Infeksi Virus Leptospirosis, Satu Warga Dirawat Intensif
ist
Warga korban meninggal akibat Virus Leptospirosis di Sabu Raijua dimakamkan di halaman rumah

digtara.com -Empat orang warga di Kabupaten Sabu Raijua, NTT dilaporkan meninggal dunia karena terinfeksi virus leptospirosis. Mereka terdiri dari dua orang perempuan dan dua orang pria.

Baca Juga:

Mereka merupakan keluarga Bunga Alu dan merupakan warga perbatasan Kelurahan Mebba dan Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Leptospirosis sendiri merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan ditularkan melalui urine hewan terinfeksi terutama tikus yang mencemari air atau tanah terutama saat banjir.

Penyakit ini menyerang manusia melalui kulit yang lecet atau selaput lendir dengan gejala demam, nyeri otot (betis) dan mata merah.

Baca Juga:
Empat korban di Kabupaten Sabu Raijua dari keluarga Bunga Alu yakni EBA alias Ester (84), JBA alias Jekson (18) dan JTW alias Jublina (55). ketiganya merupakan warga RT 009 RW/006, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Satu korban lagi yakni, LBA alias Lukas (56) merupakan warga RT 003/RW 002, Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Korban Ester mulai sakit pada awal Maret 2026. Ia selama ini juga sering sakit karena faktor usia.

Awalnya, pada Minggu, 8 Maret 2026, Ester masih bisa berjalan. Namun pada malam hari ia mengalami demam tinggi.

Keesokan harinya atau pada Senin, 9 Maret 2026 pagi sekitar pukul 06.00 Wita, Ester meninggal dunia.

Korban Jekson yang juga pelajar SMA diketahui mulai sakit pada 6 Maret 2026 dengan keluhan demam.

Baca Juga:
Ia diantar keluarganya ke Puskesmas Seba pada Jumat (6/3/2026) dan mendapatkan obat. Selanjutnya ia menjalani penanganan lanjutan untuk rawat jalan.

Saat itu, korban Jekson diberikan obat kemudian pulang ke rumah dan hanya minum obat. Siangnya ia mulai sesak nafas dan pada Senin, 9 Maret 2026 petang sekitar pukul 18.00 Wita, Jekson meninggal dunia.

Korban Jublina mulai sakit pada 12 Maret 2026. Ia mengalami gejala sakit demam dan panas tinggi.

Jublina pun dibawa ke Puskesmas pada hari itu juga. Karena demam dan panas tinggi belum turun maka Jublina dirujuk ke RSUD Menia, Kabupaten Sabu Raijua.

Selain demam dan panas tinggi, Jublina pun mengeluhkan sakit lambung dan HB rendah. Tiga hari pasca dirawat di rumah sakit atau pada 15 Maret 2026, Jublina pun meninggal dunia.

Lukas mulai sakit pada Jumat (20/3/2026) dengan gejala demam dan panas.

Baca Juga:
Pada Jumat petang, Lukas dibawa ke dokter praktek namun tidak ada perubahan sehingga pada Sabtu, 21 Maret 2026, Lukas dijemput petugas Puskesmas Seba, Kabupaten Sabu Raijua untuk dibawa ke Puskesmas Seba.

Pada Sabtu (21/3/2026) petang, Lukas langsung dirujuk ke RSUD Menia, Kabupaten Sabu Raijua.

Saat itu, Lukas juga mengalami HB rendah, sakit lambung, gejala sakit ginjal dan paru-paru.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Anggota Satuan Samapta Polres Sabu Raijua Tingkatkan Patroli Antisipasi Pencurian Ternak

Anggota Satuan Samapta Polres Sabu Raijua Tingkatkan Patroli Antisipasi Pencurian Ternak

Dua Perwira Polres Sabu Raijua Dimutasi

Dua Perwira Polres Sabu Raijua Dimutasi

Polres Sabu Raijua Ungkap Tiga Kasus Menonjol

Polres Sabu Raijua Ungkap Tiga Kasus Menonjol

Rumah Tinggal Milik Disabilitas di Sabu Raijua Terbakar

Rumah Tinggal Milik Disabilitas di Sabu Raijua Terbakar

Warga Sabu Raijua Ditemukan Meninggal Pasca Jatuh dari Pohon Kelapa

Warga Sabu Raijua Ditemukan Meninggal Pasca Jatuh dari Pohon Kelapa

Kapolres Sabu Raijua Pantau Pemulihan Kesehatan Tersangka Pemerkosaan Pasca Coba Bunuh Diri

Kapolres Sabu Raijua Pantau Pemulihan Kesehatan Tersangka Pemerkosaan Pasca Coba Bunuh Diri

Komentar
Berita Terbaru