Senin, 27 April 2026

Hari Kedua Pencarian, Nelayan di Alor-NTT Masih Belum Ditemukan

Imanuel Lodja - Sabtu, 24 Januari 2026 10:50 WIB
Hari Kedua Pencarian, Nelayan di Alor-NTT Masih Belum Ditemukan
ist
Proses pencarian nelayan yang hilang oleh aparat keamanan dan Basarnas Kabupaten Alor

digtara.com -Jamaludin Dukatang, seorang nelayan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan hilang saat melaut.

Baca Juga:

Polres Alor menindaklanjuti laporan orang hilang yang diterima melalui layanan pengaduan 110 pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 21.40 Wita.

Jamaludin diduga hilang di perairan Ilawe, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.

Pencarian pada Jumat (23/1/2026) merupakan pencarian hari kedua dilakukan sejak pukul 08.00 wita hingga pukul 17.00 Wita di laut Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.

Baca Juga:
"Pencarian lanjutan atas hilangnya Jamaluddin Dukatang di Laut Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor dengan hasil nihil dan korban belum ditemukan," ujar Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari pada Jumat (23/1/2026) malam.

Pencarian di hari kedua melibatkan Satpoairud Polres Alor, Basarnas, BKO Ditpolairud Polda NTT, Pos TNI-AL Alor, BPBD Kabupaten Alor, masyarakat nelayan Kampung Ilawe Desa Alila Timur Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.

Polres Alor mengoptimalkan pencarian hari ketiga pada Sabtu (24/1/2026) di sekitar lokasi diperkirakan jatuh dan hilang.

Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari memerintahkan Kapolsek Alor Tengah Utara dan Kasat Polairud Polres Alor AKP Kasman Sara bersama personel Sat Polairud Polres Alor, BKO Direktorat Polairud Polda NTT serta Basarnas Kabupaten Alor untuk segera menuju lokasi kejadian.

Pada Rabu (21/1/2026) malam sekitar pukul 22.15 WITA, tim gabungan bergerak ke Desa Alila dan langsung melakukan upaya pencarian.

Korban diketahui adalah Jamaluddin Dukatang, seorang laki-laki berusia 39 tahun yang sehari-hari merupakan nelayan yang tinggal di Ilawe RT 005/RW 003, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.

Baca Juga:
Rada Rabu petang sekitar pukul 15.00 Wita, korban berangkat menuju rompong ikan menggunakan perahu bodi jolor untuk menyalakan lampu rompong.

Sekitar satu jam kemudian, rekan korban Soleman Waang menyusul ke rompong lain yang berjarak kurang lebih satu mil laut.

Saat Soleman mendapati lampu rompong korban tidak menyala, ia berinisiatif mendatangi lokasi dan menemukan perahu korban hanyut tanpa keberadaan korban di atasnya.

Soleman kemudian menarik perahu korban ke rompong, namun korban tidak ditemukan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tiga Hari Hilang Pasca Jatuh ke Laut, Nelayan di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Tiga Hari Hilang Pasca Jatuh ke Laut, Nelayan di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Ungkap Peredaran Rokok Ilegal Oleh WNA, Empat Anggota Polres Belu Dapat Penghargaan Dari KPPBC TMP B Atambua

Ungkap Peredaran Rokok Ilegal Oleh WNA, Empat Anggota Polres Belu Dapat Penghargaan Dari KPPBC TMP B Atambua

Hilang Kendali, Dua Mobil Dan Satu Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kota Kupang

Hilang Kendali, Dua Mobil Dan Satu Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kota Kupang

Iseng, Bocah di Kupang Tembak Rekannya Dengan Senapan Angin Berujung Meninggal Dunia

Iseng, Bocah di Kupang Tembak Rekannya Dengan Senapan Angin Berujung Meninggal Dunia

Pria di Kupang Diamankan Polisi Pasca Ancam Warga Dengan Pisau

Pria di Kupang Diamankan Polisi Pasca Ancam Warga Dengan Pisau

IRT di Kabupaten TTS Sekarat Dianiaya dengan Parang

IRT di Kabupaten TTS Sekarat Dianiaya dengan Parang

Komentar
Berita Terbaru