Polri Siaga Pantau Aktivitas Gunung Berapi dan Minta Warga Waspada
digtara.com -Polda NTT terus memantau secara intensif perkembangan aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata yang hingga kini masih berada pada Level III (Siaga).
Baca Juga:
Berdasarkan laporan resmi PVMBG Badan Geologi periode pengamatan Raby, 21 Januari 2026 pukul 06.00–12.00 WITA, Gunung Ile Lewotolok teramati mengalami 114 kali letusan dengan tinggi kolom erupsi mencapai 300–500 meter, disertai asap berwarna putih, kelabu hingga hitam.
Aktivitas erupsi juga diiringi gemuruh dengan intensitas lemah.
Baca Juga:Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa jajaran Polri di wilayah Lembata telah disiagakan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari aktivitas vulkanik tersebut.
"Polda NTT terus berkoordinasi dengan Polres Lembata, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk memastikan kesiapan personel di lapangan. Langkah ini dilakukan guna menjamin keselamatan masyarakat serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif," ujar Kombes Pol Henry pada Kamis (22/1/2026).
Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis, dengan asap kawah bertekanan lemah setinggi 20–50 meter di atas puncak.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, personel Polres Lembata bersama Polsubsektor Ile Ape aktif melakukan pengamanan jalur penghubung Kecamatan Ile Ape menuju Lewoleba, sekaligus memberikan imbauan langsung kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap waspada serta menggunakan masker.
Terkait informasi dari AirNav Indonesia mengenai potensi penutupan sementara Bandara Wunopito Lembata akibat sebaran abu vulkanik, Kabid Humas Polda NTT memastikan bahwa hingga saat ini aktivitas penerbangan masih berjalan normal, namun tetap dalam pengawasan ketat.
Baca Juga:"Polri mendukung penuh langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah dan lembaga teknis. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," tegasnya.
Kabid Humas Polda NTT mengimbau masyarakat agar tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
Mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas, khususnya di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.
Menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu.
"Dengan kewaspadaan bersama dan kepatuhan terhadap rekomendasi resmi, kita berharap seluruh masyarakat tetap aman dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan," tandas Kombes Pol Henry
Baca Juga:
141 Personel Ditpolairud Polda NTT Gelar Tes Urine Massal
Tertibkan Senpi Organik, Ini Sejumlah Temuan Tim Internal Polda NTT
Masyarakat Diminta Berani Laporkan Kasus KDRT, Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak serta TPPO
Targetkan Kelola 10.000 Lahan Pangan, Polda NTT Perluas Akselerasi Swasembada Pangan
Dua Tersangka Kasus Narkoba di Kabupaten Manggarai Dilimpahkan ke Kejaksaan