Kamis, 04 Juni 2026

Polda NTT Tegaskan Pelaku Pengeroyokan Mabuk Miras Saat Keroyok Anggota Polda NTT

Imanuel Lodja - Jumat, 28 November 2025 16:02 WIB
Polda NTT Tegaskan Pelaku Pengeroyokan Mabuk Miras Saat Keroyok Anggota Polda NTT
net
Ilustrasi.

digtara.com -Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan soal informasi yang beredar di media sosial yang menyebut seorang anggota Jatanras Polda NTT dalam kondisi mabuk lalu memukul dan memaki warga adalah fitnah dan menyesatkan.

Baca Juga:

Penjelasan ini disampaikan Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Candra, Jumat (28/11/2025).

Berdasarkan hasil penyelidikan, dua anggota Polda NTT menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan lima pemuda di Jalan Adisucipto, Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Minggu (23/11/2025) malam.

Para pelaku diduga dalam kondisi terpengaruh minuman keras saat melakukan aksi brutal tersebut.

Baca Juga:
"Kami luruskan informasi yang menyebut anggota dalam keadaan mabuk dan memukul warga adalah fitnah. Faktanya, dua anggota kami yang dikeroyok oleh para pemuda yang justru berada di bawah pengaruh alkohol," tegas Kombes Henry di Mapolda NTT.

Kabid Humas menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 Wita ketika Brigpol HL (anggota Ditreskrimum) dan Bripda PA (anggota Setum Polda NTT) sedang dalam perjalanan menuju Polda NTT menggunakan mobil pribadi.

Setibanya di kawasan Pasar Penfui, keduanya berpapasan dengan sepeda motor yang dikendarai tiga pemuda tanpa lampu utama.

Sepeda motor tersebut hampir menabrak mobil korban.

"Brigpol HL spontan berteriak karena hampir diserempet. Namun para pemuda itu membalas dengan makian," jelas Kombes Henry.

Tidak terima, para pemuda yang dipimpin OA memutar balik dan menghadang mobil korban. Pertengkaran pun terjadi.

Baca Juga:
"Saat situasi memanas, beberapa pemuda lain datang dan langsung mengeroyok kedua anggota. Bripda PA dipukul, ditendang, bahkan dihantam menggunakan kayu usuk. Brigpol HL juga mengalami kekerasan serupa," ungkapnya.

Beruntung warga cepat melerai sehingga kedua anggota berhasil dievakuasi. Brigpol HL mengalami memar di kepala, bahu, dan tangan, sementara Bripda PA mengalami memar pada bagian punggung.

Polda NTT bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan intensif sejak malam kejadian.

Dalam waktu kurang dari dua hari, polisi telah menetapkan lima tersangka: SS, OA, NRM, SPL, dan AM.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pelatihan USEFT, Cara Kapolda NTT Bantu anggota Polri Atasi Masalah Mental dan Emosional

Pelatihan USEFT, Cara Kapolda NTT Bantu anggota Polri Atasi Masalah Mental dan Emosional

Polda NTT Dukung Penuh Segala Kegiatan Keagamaan dan Siap Beri Pengamanan

Polda NTT Dukung Penuh Segala Kegiatan Keagamaan dan Siap Beri Pengamanan

Tuntaskan Kasus Pengeroyokan dan Penganiayaan, Polres Sumba Barat Limpahkan Empat Tersangka ke JPU

Tuntaskan Kasus Pengeroyokan dan Penganiayaan, Polres Sumba Barat Limpahkan Empat Tersangka ke JPU

Tim Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Polri dalam Ketahanan Pangan di NTT

Tim Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Polri dalam Ketahanan Pangan di NTT

Korban Masih Sekarat, Keluarga Korban Pengeroyokan di Kabupaten TTU Gelar Ritual Adat

Korban Masih Sekarat, Keluarga Korban Pengeroyokan di Kabupaten TTU Gelar Ritual Adat

Hari Pancasila di Polda NTT,  Irwasda Polda NTT Ingatkan Nilai Pancasila Harus Jadi Pedoman Anggota Polri

Hari Pancasila di Polda NTT, Irwasda Polda NTT Ingatkan Nilai Pancasila Harus Jadi Pedoman Anggota Polri

Komentar
Berita Terbaru