Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pondok Tampung Rumput Laut di Sabu Raijua
digtara.com -Penyidik Satreskrim Polres Sabu Raijua menyelidiki penyebab kebakaran puluhan rumah dan pondok tampung rumput laut.
Baca Juga:
Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.
"Sumber apa sementara masih dalam penyelidikan," ujar Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua, Iptu Deflorintus M. Wee saat dikonfirmasi pada Senin (9/6/2025).
Ada satu rumah dan 41 pondok rumput laut milik petani rumput laut di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua terbakar pada Sabtu (7/6/2025) dinihari.
Puluhan pondok ini berjejer di RT 02/RW 01, Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua.
"Terdapat satu rumah dan 41 pondok tampung rumput laut petani rumput laut dari 65 Kepala Keluarga petani rumput Laut Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua yang mengalami musibah kebakaran," tamhah Kasat.
Kornelius Labu Ludji alias Ma Kota Dau, warga Desa Ramedue mengaku baru pulang mencari ikan di laut pantai Lobohede.
Ia mengaku melihat sumber api dari rumah tempat tinggal Herman Piga (80).
Dalam rumah itu tinggal istri dari Herman, Katrina Wenyi (70) dan anak Mara Lobo yang mengidap hangguan mental.
Kemudian Ma Kota Dau mendatangi pondok tampung rumput laut dan bersama-sama dengan Herman Piga berusaha memadamkan api di rumah Herman Piga.
Pada saat yang sama Kornelius Labu Ludji tiba di lokasi.
Ia mengambil ember dari Mara Lobo dan menimba air dari tempat penampungan air di belakang rumah Herman Piga.
Kornelis berusaha untuk memadamkan api, namun karena api sudah terlanjur membesar dan disertai angin kencang sehingga merambat ke pondok-pondok tampung rumput laut milik petani lainnya.
Setelah berusaha memadamkan api tersebut, Mara Lobo sudah tidak berada lagi di lokasi kejadian.
Katrina Wenyi mengakui kalau pada Sabtu, 7 Juni 2025 sekitar pukul 23.30 Wita, ia pulang dari rumah duka.
Saat tiba di lokasi kejadian, suaminya Herman Piga dan anaknua Mara Lobo sudah tidur.
Katrina pun langsung beristirahat dengan Mara Lobo.
Sekitar pukul 01.00 wita, Katrina merasakan panas dari dalam rumah sehingga ia terbangun.
Katrina berusaha keluar dari dalam rumah tersebut. Pada saat sudah berhasil keluar maka ia menemui Herman Piga, Mara Lobo dan Kornelius Labu Ludji sudah berada di luar dan berusaha untuk memadamkan api tersebut.
Ribuan Liter Miras Diamankan Polres Kupang di Pelabuhan Feri Bolok
Salah Paham, Pemuda di Sabu Barat Tikam Rekan Hingga Tewas
Korban Meninggal di Sabu Barat Positif Terkena Virus Leptospirosis, Pemkab Sabu Raijua Buat Langkah Penanganan Lanjutan
Sejumlah Gudang Dan Rumah Di Sabu Barat Rusak Diterjang Hujan Dan Angin Puting Beliung
Polsek Sabu Barat Inisiasi Kerja Bakti Pembersihan Rumah Warga Korban Virus Leptospirosis