Rabu, 09 September 2026

Puluhan Warga di Kabupaten TTS Keracunan Usai Konsumsi Daging Sapi

Imanuel Lodja - Selasa, 11 Maret 2025 08:40 WIB
Puluhan Warga di Kabupaten TTS Keracunan Usai Konsumsi Daging Sapi
net
Ilustrasi.

Namun mereka tidak memeriksakan diri ke Pustu terdekat tetapi minum obat paramex yang dibeli sendiri di kios terdekat.

Baca Juga:

Setelah mengetahui, penyebab sakit perut mereka adalah karena daging tersebut, istri Simeon langsung membuang olahan tersebut ke !njing milik mereka.

Sisa Daging lainnya dibawa oleh Felpina Mambait ke rumahnya untuk makanan anjing.

Rabu, 5 Maret 2025, keluarga yang mendapatkan daging di desa Fatukoko semuanya mengalami gejala yang sama, yakni nyeri perut, mencret berulang, sakit kepala dan disertai nyeri perut.

Namun, semuanya tidak memeriksakan diri ke Pustu.

Hingga pada Kamis, 6 Maret 2025 malam sekitar pukul 18.45 wita, Felpina merasa sangat lemas dan diarenya tidak kunjung sembuh sehingga ia berencana ke Pustu untuk memeriksakan diri.

Saat di Pustu, Felpina juga tidak menceritakan kejadian yang menimpa mereka.

Hingga besoknya pada Jumat 7 Maret 2025 baru diketahui oleh petugas surveilans dan tim.

Petugas surveilans dan 2 orang petugas lainnya ke Desa Fatukoko melakukan pemeriksaan di rumah pasien diare yakni Felpina Mambait namun ia sudah tidak berada di rumah karena ke rumah anaknya.

Saat pelacakan, ditemukan ada 5 orang di rumah keluarga Simeon yang mengalami gejala diare yang sama.

Juga ditemukan 2 orang lagi yakni ponakan dari Simeon yg berada di samping rumah yang mengalami gejala yang sama pula.

Setelah ditelusuri dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut maka ditemukanlah penyebab diare pada 8 orang tersebut yakni akibat mengkonsumsi daging sapi .

"Petugas mengetahui ada peningkatan kasus yang bersumber dari daging sapi yang disembelih di Desa Salbait. Maka petugas menghubungi petugaa Pustu Nik'ana Desa Salbait untuk melakukan konfirmasi kasus," ujar Kadis Kesehatan.

Dalam pelacakan kasus tersebut, didapati data sementara bahwa terdapat 29 orang yang mengalami diare akibat konsumsi daging sapi tersebut, terdiri dari 8 orang di Desa Salbait dan 21 orang di Desa Fatukoko.

"Hasil investigasi dan pelayanan kesehatan, total kasus pada kejadian tersebut pada kondisi tanggal 8 Maret 2025 sebanyak 57 kasus," ujarnya.

Dari jumlah kasus tersebut, terbanyak pada usia produktif tersebar di Desa Salbait dan Desa Fatukoko, Kecamatan Mollo Barat.

Sebagian besar penderita mengalami gejala setelah 9-10 jam setelah penderita mengkonsumsi makanan.

Kadis menegaskan, berdasarkan masa inkubasi dugaan sementara penyebab adalah bakteri Clostridium perfringens.

Berdasarkan hal tersebut, di Desa Salbait yang bergejala sebanyak 8 orang dari 29 orang yang mengkonsumsi karena daging yang disembelih langsung diolah untuk dikonsumsi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi

Dua Tahun Buron, Tiga DPO Kasus Penyerangan dan Pembunuhan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi

Cari Pakan Ternak, Petani di Amarasi-Kupang Temukan Tulang dan Tengkorak Manusia

Cari Pakan Ternak, Petani di Amarasi-Kupang Temukan Tulang dan Tengkorak Manusia

Gubernur NTT Tinjau Kondisi Pulau Palue dan Beri Bantuan Bagi Warga Korban Gempa

Gubernur NTT Tinjau Kondisi Pulau Palue dan Beri Bantuan Bagi Warga Korban Gempa

Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang

Delapan Bulan Terakhir, 28 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Kupang

Warga di Reo-Manggarai Lepas Kepulangan Anggota Polairud Polda NTT Dengan Tangisan Haru Usai Selesaikan Tugas Kemanusiaan

Warga di Reo-Manggarai Lepas Kepulangan Anggota Polairud Polda NTT Dengan Tangisan Haru Usai Selesaikan Tugas Kemanusiaan

Perkara Masuk Tahap I, Viktor Manbait dan Tim Tak Lagi Jadi Kuasa Hukum Dokter Icha

Perkara Masuk Tahap I, Viktor Manbait dan Tim Tak Lagi Jadi Kuasa Hukum Dokter Icha

Komentar
Berita Terbaru