Jumat, 10 Juli 2026

16 Orang Jadi Tersangka Pembakaran Rumah di Adonara Barat, Lima Diantaranya DPO

Imanuel Lodja - Rabu, 23 Oktober 2024 18:00 WIB
16 Orang Jadi Tersangka Pembakaran Rumah di Adonara Barat, Lima Diantaranya DPO
istimewa
16 Orang Jadi Tersangka Pembakaran Rumah di Adonara Barat, Lima Diantaranya DPO

digtara.com - Penanganan kasus pembakaran puluhan rumah warga di Desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT terus berlanjut.

Baca Juga:

Setelah melakukan penyelidikan, olah TKP, pengumpulan barang bukti dan meminta keterangan saksi, penyidik Polres Flores Timur menetapkan 16 orang tersangka.

Mereka merupakan tersangka pembakaran rumah yang terjadi pada Senin (21/10/2024) lalu.

"Ada 16 orang tersangka (pembakaran rumah)," ujar Kapolres Flores Timur, AKBP I Nyoman Putra Sandita yang dikonfirmasi Rabu (23/10/2024) malam.

Ia tidak membantah kalau dua dari 16 tersangka tersebut adalah kepala desa masing-masing kepala desa Kimakamak dan kepala desa Ile Pati.

Dari 16 tersangka ini, lima orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena masih kabur dan melarikan diri. "Tersangka lain langsung kita tahan," tambah Kapolres.

Lima tersangka yang masih DPO masing-masing AF yang berperan membakar rumah warga.

Selain itu ST, PA, LO dan FA yang turut serta dalam pembakaran puluhan rumah warga Desa Bugalima, Adonara Barat.

Kapolres merinci kalau ada tiga tersangka yang berperan membakar rumah masing-masing AF (DPO), YO dan Pa.

"(Tersangka) DO sebagai provokator dan turut serta (dalam) pembakaran," ujar Kapolres Flores Timur.

Sementara tersangka lainnya yang turut serta dalam pembakaran masing-masing MI, SI, GA, CH, MA, FI, LA dan S. "Empat tersangka yang masuk dalam DPO (ST, PA, LO dan FA) turut serta dalam pembakaran," tambah mantan Kapolres Rote Ndao.

Para tersangka sudah diamankan dan ditahan dalam sel Polres Flores Timur untuk menunggu proses hukum lebih lanjut.

Kapolres menegaskan kalau pihaknya terus mendalami otak di balik pembakaran puluhan rumah yang membuat ratusan orang kehilangan tempat tinggal.

H+2 pasca insiden ini, kondisi di Desa Bugalima dan Desa Wureh mulai kondusif.

Namun, sejumlah anggota polisi dan tentara berjaga-jaga.

Anggota polisi yang lain dan apolwan memberikan trauma healing bagi anak-anak sekolah. Mereka diajak bernyanyi di tepi pantai.

Bentrokan itu tak hanya menyisakan puing tempat tinggal. Ternak-ternak warga juga banyak yang mati. Diduga, ternak warga itu sengaja dibunuh oleh para pelaku penyerangan.

Peristiwa ini mengakibatkan ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 36 kepala keluarga (KK) dengan 120 jiwa asal Desa Bugalima mengungsi ke desa tetangga, Desa Wureh.

Sementara warga lain mengungsi ke daratan Flores, yakni Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Akhiri Konflik, Warga Adonara-Flores Timur Teken Komitmen Bersama Atas Konflik Komunal

Akhiri Konflik, Warga Adonara-Flores Timur Teken Komitmen Bersama Atas Konflik Komunal

Ratusan Senjata Diamankan Pasca Konflik Warga Adonara, Polisi Masih Tetap Siaga

Ratusan Senjata Diamankan Pasca Konflik Warga Adonara, Polisi Masih Tetap Siaga

Dua Pelaku Pembunuhan di Sumba Barat Daya Diamankan, Satu Buron Dan DPO

Dua Pelaku Pembunuhan di Sumba Barat Daya Diamankan, Satu Buron Dan DPO

Keamanan Mulai Kondusif Pasca Kerusuhan Warga di Adonara, Warga Kembali Serahkan Senpira dan Sajam ke Polisi

Keamanan Mulai Kondusif Pasca Kerusuhan Warga di Adonara, Warga Kembali Serahkan Senpira dan Sajam ke Polisi

Kuasa Hukum Bantah MFR Berstatus DPO, Terpidana Disebut Kooperatif dan Serahkan Diri

Kuasa Hukum Bantah MFR Berstatus DPO, Terpidana Disebut Kooperatif dan Serahkan Diri

Dibekuk Polisi, DPO Kasus Tabrak Lari Di Rote Ndao Sempat Sembunyi Tiga Hari Di Hutan Tanpa Makan Dan Minum

Dibekuk Polisi, DPO Kasus Tabrak Lari Di Rote Ndao Sempat Sembunyi Tiga Hari Di Hutan Tanpa Makan Dan Minum

Komentar
Berita Terbaru