Kamis, 05 Maret 2026

16 Orang Jadi Tersangka Pembakaran Rumah di Adonara Barat, Lima Diantaranya DPO

Imanuel Lodja - Rabu, 23 Oktober 2024 18:00 WIB
16 Orang Jadi Tersangka Pembakaran Rumah di Adonara Barat, Lima Diantaranya DPO
istimewa
16 Orang Jadi Tersangka Pembakaran Rumah di Adonara Barat, Lima Diantaranya DPO

digtara.com - Penanganan kasus pembakaran puluhan rumah warga di Desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT terus berlanjut.

Baca Juga:

Setelah melakukan penyelidikan, olah TKP, pengumpulan barang bukti dan meminta keterangan saksi, penyidik Polres Flores Timur menetapkan 16 orang tersangka.

Mereka merupakan tersangka pembakaran rumah yang terjadi pada Senin (21/10/2024) lalu.

"Ada 16 orang tersangka (pembakaran rumah)," ujar Kapolres Flores Timur, AKBP I Nyoman Putra Sandita yang dikonfirmasi Rabu (23/10/2024) malam.

Ia tidak membantah kalau dua dari 16 tersangka tersebut adalah kepala desa masing-masing kepala desa Kimakamak dan kepala desa Ile Pati.

Dari 16 tersangka ini, lima orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena masih kabur dan melarikan diri. "Tersangka lain langsung kita tahan," tambah Kapolres.

Lima tersangka yang masih DPO masing-masing AF yang berperan membakar rumah warga.

Selain itu ST, PA, LO dan FA yang turut serta dalam pembakaran puluhan rumah warga Desa Bugalima, Adonara Barat.

Kapolres merinci kalau ada tiga tersangka yang berperan membakar rumah masing-masing AF (DPO), YO dan Pa.

"(Tersangka) DO sebagai provokator dan turut serta (dalam) pembakaran," ujar Kapolres Flores Timur.

Sementara tersangka lainnya yang turut serta dalam pembakaran masing-masing MI, SI, GA, CH, MA, FI, LA dan S. "Empat tersangka yang masuk dalam DPO (ST, PA, LO dan FA) turut serta dalam pembakaran," tambah mantan Kapolres Rote Ndao.

Para tersangka sudah diamankan dan ditahan dalam sel Polres Flores Timur untuk menunggu proses hukum lebih lanjut.

Kapolres menegaskan kalau pihaknya terus mendalami otak di balik pembakaran puluhan rumah yang membuat ratusan orang kehilangan tempat tinggal.

H+2 pasca insiden ini, kondisi di Desa Bugalima dan Desa Wureh mulai kondusif.

Namun, sejumlah anggota polisi dan tentara berjaga-jaga.

Anggota polisi yang lain dan apolwan memberikan trauma healing bagi anak-anak sekolah. Mereka diajak bernyanyi di tepi pantai.

Bentrokan itu tak hanya menyisakan puing tempat tinggal. Ternak-ternak warga juga banyak yang mati. Diduga, ternak warga itu sengaja dibunuh oleh para pelaku penyerangan.

Peristiwa ini mengakibatkan ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 36 kepala keluarga (KK) dengan 120 jiwa asal Desa Bugalima mengungsi ke desa tetangga, Desa Wureh.

Sementara warga lain mengungsi ke daratan Flores, yakni Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
DPO Polres Sabu Raijua Yang Ditangkap di Sumba Timur Berulang Kali Cabuli Keponakan Hingga Hamil

DPO Polres Sabu Raijua Yang Ditangkap di Sumba Timur Berulang Kali Cabuli Keponakan Hingga Hamil

Sempat Kabur ke Hutan, DPO Polres Sabu Raijua Diamankan Anggota Polres Sumba Timur

Sempat Kabur ke Hutan, DPO Polres Sabu Raijua Diamankan Anggota Polres Sumba Timur

Pelajar SMA di Adonara Flores Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar

Pelajar SMA di Adonara Flores Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar

Polsek Kota Lama Limpahkan Tersangka Pembunuh Penjual Buah di Kota Kupang

Polsek Kota Lama Limpahkan Tersangka Pembunuh Penjual Buah di Kota Kupang

DPO Kasus Penganiayaan Berat di Kupang Diamankan Polisi Setelah Buron Enam Bulan

DPO Kasus Penganiayaan Berat di Kupang Diamankan Polisi Setelah Buron Enam Bulan

Tiga Bulan Kabur ke Batam, Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur diamankan di Adonara Timur

Tiga Bulan Kabur ke Batam, Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur diamankan di Adonara Timur

Komentar
Berita Terbaru